Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

single Post v1

Kethoprak Saraswati Manunggal Semarakkan Dies Natalis ke-42, Teguhkan ISI Yogyakarta sebagai Ruang Hidup Seni Tradisi

Yogyakarta, 26 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menghadirkan pertunjukan Kethoprak Saraswati Manunggal bertajuk “Kabentoes ing Tawang” pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 19.45 WIB di area terbuka Laboratorium Seni ISI Yogyakarta. Pertunjukan yang dapat disaksikan secara gratis ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta sekaligus memperlihatkan komitmen perguruan tinggi seni tersebut dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi melalui ruang penciptaan, pendidikan, dan perjumpaan dengan masyarakat.

Kehadiran Kethoprak Saraswati Manunggal memperkuat semangat Dies Natalis ISI Yogyakarta sebagai momentum untuk tidak hanya melihat perjalanan institusi, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan seni pertunjukan kepada publik. Kethoprak dipilih sebagai salah satu medium yang mempertemukan seni peran, sastra, musik tradisi, tata artistik, kostum, dan kerja produksi dalam sebuah pertunjukan kolaboratif.

Performances “Kabentoes ing Tawang” disutradarai oleh Retno Dwi Intarti, S.Sn., M.A., dengan naskah karya Hariyanto, S.Sn., M.Hum. Penataan iringan dipercayakan kepada Aneng Kiswantoro, M.Sn., sementara pengaturan laku ditangani Wahid Nurcahyono, M.Sn. dan penataan kostum oleh Arjuni Prasetyorini, M.Sn. Produksi pertunjukan dipimpin Gilar Eben Haezer.

Sejumlah pemain terlibat dalam pementasan ini, di antaranya Ipul, Raka Wresni, Raka Arya, Ilham, Yusi, Aura, Rere, Zacky, Aryayoga, Rendi, Bambang, Wildanun, Gayuh, dan Dzulfikar. Pertunjukan turut diperkuat para pengrawit dan sinden, yakni Wisnu, Bagus, Ebenheser, Bima, Reza, Indra Bayu, Nando, Bagas, Hannan, Punta, Mikhael, Joko, Gati, Adin, Dani, Itah, dan Salwa, serta dukungan kru Fauzan, Rachmat, dan Eric.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan karakter pendidikan seni yang dibangun melalui proses kolaborasi. Panggung tidak hanya menjadi tempat mempertunjukkan hasil akhir karya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran, penciptaan, pengelolaan produksi, serta transfer pengetahuan antarpelaku seni.

Melalui penyelenggaraan pertunjukan di lingkungan Laboratorium Seni, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan fungsi kampus sebagai laboratorium penciptaan seni yang aktif. Karya tradisi tidak semata ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus diberi ruang untuk dipelajari, ditafsirkan, diproduksi, dan dipertemukan dengan penonton masa kini.

Pilihan menghadirkan kethoprak dalam perayaan Dies Natalis juga menjadi bagian penting dari posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tumbuh di tengah ekosistem kebudayaan Yogyakarta. Kedekatan antara pendidikan tinggi seni dan kebudayaan masyarakat membuka ruang bagi kampus untuk berperan dalam regenerasi pelaku, pengembangan praktik artistik, sekaligus penguatan apresiasi publik terhadap seni tradisi.

Pementasan yang terbuka dan gratis bagi masyarakat semakin memperluas fungsi ISI Yogyakarta sebagai ruang publik kebudayaan. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pendidikan formal, tetapi juga ruang di mana masyarakat dapat menyaksikan secara langsung proses hidup dan berkembangnya seni.

Memasuki usia ke-42, rangkaian kegiatan Dies Natalis ISI Yogyakarta menjadi kesempatan untuk memperlihatkan keluasan praktik seni yang berkembang di lingkungan kampus. Kethoprak Saraswati Manunggal menjadi salah satu representasi bagaimana tradisi, pengetahuan akademik, kreativitas, dan praktik pertunjukan dapat bertemu dalam satu panggung.

Performances “Kabentoes ing Tawang” akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB di area terbuka Laboratorium Seni ISI Yogyakarta. Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan tanpa dipungut biaya.

Melalui panggung ini, ISI Yogyakarta tidak hanya merayakan perjalanan 42 tahun institusi, tetapi sekaligus meneguhkan keberadaannya sebagai perguruan tinggi seni yang terus menghadirkan ruang bagi tradisi untuk hidup, berkembang, dan menjangkau generasi baru.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply

en_USEN