Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mariana Airaudo dan Seniman Indonesia Bertemu dalam Panggung Kolaborasi di ISI Yogyakarta

Mariana Airaudo dan Seniman Indonesia Bertemu dalam Panggung Kolaborasi di ISI Yogyakarta

Yogyakarta, 21 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan pendidikan seni dan jejaring kebudayaan internasional melalui rangkaian masterclass dan konser bersama pianis Uruguay, Mariana Airaudo. Kegiatan yang dipersembahkan melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Uruguay tersebut mempertemukan tradisi musik Río de la Plata dengan praktik dan kreativitas seniman Indonesia dalam satu ruang akademik dan artistik.

Rangkaian kegiatan bertajuk Ecos del Plata berlangsung di ISI Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta dengan Kedutaan Besar Uruguay di Indonesia, sekaligus mengambil momentum peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguay.

Kegiatan tidak berhenti pada pertunjukan. Melalui sesi masterclass, para peserta memperoleh kesempatan belajar langsung bersama Mariana Airaudo dengan mendalami teknik permainan piano, interpretasi, serta ekspresi musikal yang berkembang dalam tradisi Tango dan musik Río de la Plata. Pertemuan langsung dengan praktisi internasional tersebut memberi pengalaman pembelajaran yang memperluas wawasan mahasiswa dan peserta terhadap keberagaman pendekatan artistik dalam praktik musik dunia.

Kehadiran Airaudo memberikan perspektif penting bagi lingkungan pendidikan seni. Pianis Uruguay tersebut dikenal memiliki perhatian kuat pada repertoar Río de la Plata serta menghubungkan tradisi musik akademik dengan musik populer. Dalam praktik artistiknya, interpretasi tidak ditempatkan semata-mata sebagai persoalan ketepatan teknis, tetapi juga pemahaman konteks dan kemampuan menghadirkan kembali karya secara musikal.

Ruang pertukaran tersebut kemudian berkembang di panggung konser melalui kolaborasi Mariana Airaudo dengan sejumlah seniman lokal. Pertunjukan menghadirkan “Hombre Que Mira Su Pais Desde El Exilio” bersama Monica Cintia Christy, “Sepanjang Prawirotaman” bersama Mathilda Ave Marjorie, serta “Ngumboro Merdiko” karya Joko “Lemazh” Suprayitno bersama Azzahra Nanda Dewi.

Kolaborasi lintas budaya semakin kuat melalui penampilan “Libertango” karya komponis Argentina Astor Piazzolla bersama Bonfilio Shyallom Rezandy Bangun. Pertemuan berbagai repertoar tersebut menjadikan konser tidak sekadar ruang penyajian karya, tetapi juga medan dialog artistik tempat musisi dengan latar budaya berbeda saling bertukar pengalaman, bahasa musikal, dan cara interpretasi.

Bagi ISI Yogyakarta, model kegiatan yang memadukan masterclass, pertunjukan, dan kolaborasi artistik internasional memiliki nilai strategis dalam pendidikan tinggi seni. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan pengetahuan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan seniman internasional, membaca tradisi musik dari kebudayaan lain, sekaligus menempatkan praktik kesenian Indonesia dalam percakapan global.

Rangkaian bersama Mariana Airaudo juga menjadi bagian dari hubungan ISI Yogyakarta dengan Uruguay yang semakin berkembang. Sebelumnya, pada 7 Juli 2026, ISI Yogyakarta telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Seni Universidad de la República (Udelar), Uruguay. Kesepakatan tersebut membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pertukaran akademik dan kebudayaan antara kedua negara.

Keterlibatan Kedutaan Besar Uruguay dalam menghadirkan seniman internasional ke lingkungan kampus menunjukkan bahwa perguruan tinggi seni dapat memainkan peran yang lebih luas daripada penyelenggara pendidikan formal. Kampus dapat menjadi simpul yang mempertemukan pendidikan, penciptaan, pertunjukan, jejaring internasional, dan diplomasi budaya dalam kegiatan yang memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus membuka akses seni kepada masyarakat.

Bagi ISI Yogyakarta, perjumpaan Indonesia dan Uruguay melalui musik ini sekaligus memperlihatkan penguatan ekosistem pendidikan seni yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan praktik artistik global. Melalui jejaring internasional yang terus berkembang, ISI Yogyakarta menghadirkan kampus bukan hanya sebagai tempat mempelajari seni, tetapi juga sebagai ruang tempat kebudayaan dunia bertemu, berdialog, dan melahirkan kemungkinan-kemungkinan kolaborasi baru.

Rangkaian bersama Mariana Airaudo pada akhirnya memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi bahasa bersama yang melampaui batas geografis. Dari ruang masterclass hingga panggung konser, pertemuan Uruguay dan Indonesia di ISI Yogyakarta menempatkan pendidikan seni sebagai bagian penting dari diplomasi budaya sekaligus memperkuat kehadiran ISI Yogyakarta dalam jejaring seni internasional.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply

en_USEN