Yogyakarta, 22 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan akademik berwawasan global. Dua dosen Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, Agni Sarasvati dan Zaskia Anggi, saat ini tengah menempuh studi doktoral di perguruan tinggi terkemuka di Inggris.
Agni Sarasvati, dosen Program Studi Animasi FSMR ISI Yogyakarta, melanjutkan pendidikan pada PhD in Art di Winchester School of Art, University of Southampton, dengan dukungan Beasiswa LPDP. Studi doktoral tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik dan keilmuan yang berkaitan dengan praktik serta kajian seni dalam lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Sementara itu, Zaskia Anggi, dosen Program Studi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta, menempuh PhD in Film and Creative Writing di University of Birmingham melalui program LPDP Targeted Doktoral. Pendidikan doktoral ini memperkuat pengembangan keilmuan film, penulisan kreatif, serta penelitian sinema yang menjadi salah satu bidang penting dalam pendidikan seni media rekam.
Dalam studi doktoralnya, Zaskia mengangkat penelitian bertajuk “The Aesthetic Characteristics of the Indonesian Indieshort.” Penelitian tersebut mengeksplorasi karakteristik estetika film pendek independen Indonesia atau Indieshort, meliputi aspek visual, naratif, dan pendekatan kreatif. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi film sekaligus memperluas diskursus mengenai praktik sinema kontemporer Indonesia dalam ranah akademik internasional.


Kehadiran dosen ISI Yogyakarta dalam program doktoral di dua universitas Inggris tersebut menunjukkan komitmen institusi terhadap penguatan kualitas tenaga pendidik. Peningkatan kualifikasi akademik dosen menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga mutu pembelajaran, memperkuat penelitian, serta mengembangkan ekosistem penciptaan seni yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kreatif global.
Pengalaman akademik internasional yang diperoleh juga diharapkan memperkaya proses pembelajaran di FSMR ISI Yogyakarta. Pertemuan dengan berbagai tradisi akademik, metode penelitian, praktik penciptaan, serta jejaring akademisi dan kreator dari berbagai negara memiliki potensi untuk dikembangkan kembali dalam pendidikan, penelitian, dan penciptaan karya di lingkungan ISI Yogyakarta.


Bagi ISI Yogyakarta, pengembangan kompetensi dosen hingga jenjang doktoral di perguruan tinggi internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan seni. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang semakin luas bagi pertukaran pengetahuan, penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum, hingga jejaring kelembagaan dengan komunitas akademik dan industri kreatif internasional.
Studi lanjut Agni Sarasvati dan Zaskia Anggi juga memperlihatkan keluasan bidang keilmuan yang dikembangkan di FSMR ISI Yogyakarta, mulai dari animasi dan seni hingga film, televisi, serta penulisan kreatif. Penguatan kompetensi pada bidang-bidang tersebut menjadi semakin strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi media, industri kreatif, dan transformasi praktik produksi seni.
Melalui peningkatan kualitas dosen, penguatan penelitian, dan keterhubungan dengan lingkungan akademik global, ISI Yogyakarta terus mengembangkan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menjadi ruang pendidikan dan penciptaan, tetapi juga berkontribusi dalam menghasilkan pengetahuan serta memperkenalkan perspektif seni dan budaya Indonesia ke tingkat internasional.







