Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Juara I Fotografi FKI+ III 2026, Tegaskan Daya Saing dan Keunggulan Pendidikan Seni di Tingkat Nasional

Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Juara I Fotografi FKI+ III 2026, Tegaskan Daya Saing dan Keunggulan Pendidikan Seni di Tingkat Nasional

Yogyakarta, 29 Oktober 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Adji Nugraha Tri Giantsa, mahasiswa Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta angkatan 2024, berhasil meraih Juara I Tangkai Lomba Fotografi dalam Festival Kesenian Indonesia (FKI+) III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Prestasi tersebut semakin memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan talenta kreatif, inovatif, dan berdaya saing melalui penciptaan karya seni berkualitas.

Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui karya fotografi berjudul “Silek di Jantung Kota”, yang mengangkat kekayaan budaya Minangkabau melalui pendekatan fotografi dokumenter. Karya ini merekam aktivitas dua pesilat perempuan yang tengah berlatih silek di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Dengan menjadikan ikon kota sebagai latar visual, Adji menghadirkan perpaduan antara ekspresi budaya tradisional, aktivitas masyarakat, dan kehidupan ruang publik perkotaan dalam satu bingkai fotografi yang kuat secara artistik maupun naratif.

Keunggulan karya “Silek di Jantung Kota” terlihat melalui kemampuannya membangun cerita visual yang tidak sekadar menampilkan keindahan objek, tetapi juga menyampaikan nilai budaya dan identitas lokal. Pemanfaatan komposisi, perspektif, elemen arsitektur, serta suasana ruang publik memperlihatkan kepekaan artistik dalam menangkap hubungan antara manusia, tradisi, dan lingkungan. Melalui karya tersebut, seni fotografi menjadi medium untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada khalayak yang lebih luas.

Keberhasilan Adji dalam ajang FKI+ III 2026 menjadi bukti nyata potensi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam menghasilkan karya yang memiliki kekuatan konsep, keterampilan teknis, dan kepekaan terhadap persoalan sosial budaya. Prestasi ini sekaligus mencerminkan kontribusi Program Studi Fotografi FSMR ISI Yogyakarta dalam mengembangkan generasi fotografer yang tidak hanya menguasai aspek teknis penciptaan gambar, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan kreatif dan perspektif artistik yang relevan dengan perkembangan seni serta kebudayaan Indonesia.

Partisipasi dan pencapaian mahasiswa dalam Festival Kesenian Indonesia juga memiliki arti strategis bagi penguatan posisi ISI Yogyakarta dalam ekosistem pendidikan tinggi seni nasional. Melalui kompetisi dan pertukaran karya antarpelaku pendidikan seni, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengukur kualitas penciptaan, memperluas jejaring kreatif, serta memperkenalkan karakter dan keunggulan pendidikan seni ISI Yogyakarta kepada masyarakat dan komunitas seni yang lebih luas.

Prestasi ini semakin meneguhkan ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, penciptaan, dan pengembangan seni yang berkontribusi terhadap kemajuan kebudayaan Indonesia. Keberhasilan Adji Nugraha Tri Giantsa diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengeksplorasi gagasan, mengembangkan potensi artistik, serta menghasilkan karya inovatif yang mampu bersaing di berbagai forum seni nasional maupun internasional. Melalui pencapaian tersebut, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya dalam mempersiapkan sumber daya manusia kreatif yang unggul sekaligus menjaga keberlanjutan kekayaan seni dan budaya Nusantara.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply