Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 melalui upacara bendera pada Rabu (28/10/2026). Mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan seni dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di lingkungan ISI Yogyakarta dipimpin oleh Rektor selaku pembina upacara dan diikuti dengan rangkaian kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan. Prosesi meliputi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, amanat pembina upacara, serta menyanyikan lagu-lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda and Satu Nusa Satu Bangsa.
Peringatan ini menjadi pengingat atas perjuangan pemuda Indonesia yang pada 28 Oktober 1928 mengikrarkan persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Semangat tersebut tetap relevan bagi generasi muda saat ini, termasuk mahasiswa seni yang memiliki kesempatan luas untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui kreativitas, inovasi, serta karya seni dan budaya.
Dalam naskah sambutan resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi. Kemajuan sejati juga bertumpu pada karakter manusia, kecintaan terhadap tanah air, kegigihan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” demikian salah satu pesan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam naskah sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.


Pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni dan budaya. Melalui proses pendidikan dan penciptaan karya, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan artistik, tetapi juga membangun kepekaan terhadap persoalan sosial, menghargai keberagaman, serta menghadirkan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks pendidikan tinggi seni, nilai patriotik dapat diwujudkan melalui upaya merawat dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Nilai gigih tercermin dalam proses pembelajaran, penelitian, latihan, eksplorasi, dan penciptaan karya yang membutuhkan ketekunan serta keberanian berinovasi. Sementara itu, nilai empati menjadi landasan penting agar seni tidak berhenti sebagai ekspresi individual, tetapi juga mampu menjadi sarana komunikasi, refleksi sosial, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga memperkuat pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Di tengah transformasi digital dan semakin terbukanya ruang pertukaran budaya global, mahasiswa seni memiliki peluang untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui karya kreatif yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Bagi ISI Yogyakarta, penguatan karakter kebangsaan dan pengembangan kreativitas merupakan dua aspek yang saling melengkapi. Pendidikan seni memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjaga akar budayanya sekaligus mengembangkan kemampuan berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ruang kebudayaan nasional maupun internasional.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ISI Yogyakarta menegaskan pentingnya membangun generasi seniman, akademisi, dan pelaku kreatif yang tidak hanya unggul dalam kemampuan berkesenian, tetapi juga memiliki integritas, semangat persatuan, ketangguhan, dan tanggung jawab sosial.
Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa karya seni dapat menjadi wujud nyata kecintaan kepada bangsa. Dengan menjadikan kreativitas sebagai kekuatan dan kebudayaan sebagai identitas, generasi muda ISI Yogyakarta diharapkan terus mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkepribadian.






