Yogyakarta, 23 Oktober 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi seni yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan rekrutmen mahasiswa relawan Unit Layanan Disabilitas (ULD) ISI Yogyakarta Tahun 2026 yang berlangsung pada 22–29 Oktober 2026. Program ini menjadi salah satu langkah institusi dalam meningkatkan aksesibilitas layanan pendidikan sekaligus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa untuk membangun ekosistem kampus seni yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Rekrutmen mahasiswa relawan ULD merupakan bagian dari upaya ISI Yogyakarta mengembangkan lingkungan akademik yang memberikan kesempatan setara kepada setiap individu untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai program studi memperoleh kesempatan berkontribusi secara langsung dalam mendukung layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, baik dalam kegiatan akademik maupun aktivitas kemahasiswaan.
Keberadaan Unit Layanan Disabilitas ISI Yogyakarta memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Rektor ISI Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2024 tentang Unit Layanan Disabilitas ISI Yogyakarta. ULD ISI Yogyakarta dibentuk pada tahun 2024 dengan melibatkan enam dosen dan tiga tenaga kependidikan. Unit ini memiliki peran dalam menyediakan layanan dan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus.
Pembukaan rekrutmen mahasiswa relawan menjadi bagian dari penguatan peran ULD dalam membangun sistem layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa. Pelibatan mahasiswa sebagai relawan diharapkan dapat memperluas jangkauan pendampingan, memperkuat komunikasi inklusif, serta menumbuhkan budaya saling menghargai dan mendukung di lingkungan perguruan tinggi seni.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa relawan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan mahasiswa penyandang disabilitas, pelatihan bahasa isyarat, forum diskusi dan literasi, hingga pengelolaan media dan publikasi. Kegiatan tersebut dikembangkan melalui empat bidang kontribusi, meliputi pendampingan mahasiswa netra melalui layanan pencatatan materi perkuliahan (note taker), pendampingan mahasiswa tuli melalui dukungan komunikasi bahasa isyarat, forum diskusi dan literasi, serta media dan publikasi.
Melalui pembagian bidang tersebut, mahasiswa relawan tidak hanya berperan dalam memberikan dukungan teknis, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, kepedulian sosial, dan kemampuan memahami keberagaman. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi akademik dengan tanggung jawab sosial.
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan seni, ISI Yogyakarta memandang inklusivitas sebagai aspek penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kebebasan berekspresi dan kreativitas. Keberagaman pengalaman, kemampuan, dan perspektif individu merupakan potensi yang dapat memperkaya proses penciptaan, pengkajian, serta penyajian karya seni.
Penguatan Unit Layanan Disabilitas juga sejalan dengan upaya ISI Yogyakarta memperluas makna pendidikan seni yang berkualitas. Pendidikan tinggi seni tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam penguasaan keterampilan dan pencapaian artistik, tetapi juga membentuk insan kreatif yang memiliki kepekaan sosial, menghormati keberagaman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan mahasiswa relawan menjadi unsur penting untuk membangun interaksi yang lebih inklusif di lingkungan kampus. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan ULD diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya akademik yang menjunjung tinggi kesetaraan, partisipasi, dan penghargaan terhadap hak setiap individu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Program rekrutmen ini terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif ISI Yogyakarta yang memiliki komitmen mendukung pengembangan kampus inklusif. Calon relawan diharapkan bersedia hadir di kampus selama masa rekrutmen dan pelaksanaan kegiatan, mampu bekerja sama dalam tim, serta bersedia ditempatkan pada divisi sesuai dengan kebutuhan ULD.
Pendaftaran mahasiswa relawan ULD ISI Yogyakarta dilaksanakan pada 22–29 Oktober 2026, sedangkan pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026. Mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan https://bit.ly/FormDaftarRelawanULDISIYk2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor kontak +62 818-264-843.
Melalui penyelenggaraan program ini, ISI Yogyakarta menegaskan bahwa pengembangan perguruan tinggi seni perlu berjalan beriringan dengan penguatan aksesibilitas, kesetaraan kesempatan, dan tanggung jawab sosial. Kehadiran Unit Layanan Disabilitas beserta keterlibatan aktif mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus menghadirkan ruang akademik yang semakin terbuka bagi seluruh mahasiswa.
Inisiatif tersebut juga mencerminkan komitmen ISI Yogyakarta dalam mengembangkan pendidikan seni yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan kreativitas, inovasi, dan prestasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial. Dengan memperkuat nilai inklusivitas dalam penyelenggaraan pendidikan, ISI Yogyakarta terus berupaya meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, humanis, dan berkontribusi bagi pembangunan masyarakat yang lebih setara.
Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian, ISI Yogyakarta mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi bagian dari perubahan menuju kampus seni yang inklusif, unggul, dan berdampak, tempat setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, bertumbuh, dan berprestasi.







