Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Bawa Perspektif Desain Indonesia ke Eropa, ISI Yogyakarta Berkolaborasi dengan Hochschule Hannover

Bawa Perspektif Desain Indonesia ke Eropa, ISI Yogyakarta Berkolaborasi dengan Hochschule Hannover

Yogyakarta, 21 Oktober 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui kolaborasi akademik bersama Hochschule Hannover, Jerman. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Design Thinking Workshop bertajuk “Caring Communities” yang berlangsung pada 19 Oktober hingga 4 November 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan kreatif antara sivitas akademika kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan pendekatan desain yang berorientasi pada kebutuhan manusia dan masyarakat.

Workshop yang diselenggarakan bersama program Master of Arts (MA) Design und Medien Hochschule Hannover dan ISI Yogyakarta ini mengangkat tema Caring Communities, yang menekankan pentingnya kepedulian sosial, kolaborasi, dan pendekatan desain partisipatif dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, desain ditempatkan tidak hanya sebagai praktik penciptaan karya visual, tetapi juga sebagai pendekatan strategis untuk memahami kebutuhan manusia, membangun hubungan sosial, dan mengembangkan solusi yang berkelanjutan.

Selama lebih dari dua minggu, peserta mengikuti serangkaian kegiatan akademik yang mencakup pelatihan metodologi (method training), wawancara bersama para ahli (expert interviews), dialog fenomenologis, serta kunjungan lapangan ke Osnabrück, Eindhoven, dan Amsterdam. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkaya perspektif peserta melalui perpaduan antara pendekatan akademik, pengalaman empiris, dan pembelajaran lintas budaya.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyelenggaraan tiga kuliah terbuka (open lectures) yang melibatkan akademisi, mahasiswa, dan praktisi desain. Kehadiran perwakilan ISI Yogyakarta sebagai pemateri menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan desain, pendekatan kreatif, serta perspektif sosial budaya Indonesia kepada komunitas akademik internasional.

Pada 20 Oktober 2026, mahasiswa ISI Yogyakarta dijadwalkan menyampaikan presentasi bertajuk “Studying and Living Design in Yogyakarta” di mdm-Lab Hochschule Hannover. Presentasi ini menghadirkan perspektif mahasiswa mengenai pengalaman belajar, praktik desain, serta lingkungan kreatif Yogyakarta sebagai salah satu pusat perkembangan seni dan budaya di Indonesia.

Pada hari yang sama, Mutia Nurdina, S.T., M.Sc. dan Silvya Bintang Ayu Candradewi, M.Ds. turut dijadwalkan menyampaikan kuliah bertajuk “How Do We Care in Indonesia?”. Melalui topik tersebut, perspektif Indonesia mengenai kepedulian sosial dan praktik kehidupan bermasyarakat menjadi bagian dari dialog akademik internasional dalam konteks pengembangan desain yang berpusat pada manusia.

Rangkaian kuliah terbuka dilanjutkan pada 21 Oktober 2026 melalui presentasi “Participatory Design” yang disampaikan oleh Gunnar Spellmeyer. Materi ini memperkaya pembahasan mengenai pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses perancangan agar solusi yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan dan pengalaman penggunanya.

Pelaksanaan workshop ini juga melibatkan sejumlah mitra institusi di Jerman, yakni Diakonisches Werk in Niedersachsen, Medizinische Hochschule Hannover, Ambulanter Palliativ- und Hospiz-Dienst der Diakoniestationen Hannover gGmbH, serta Kommunaler Seniorenservice Hannover. Keterlibatan lembaga-lembaga tersebut memperlihatkan pendekatan lintas disiplin yang mempertemukan bidang desain dengan pelayanan sosial, kesehatan, dan kebutuhan komunitas.

Bagi ISI Yogyakarta, partisipasi dalam kegiatan internasional ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama akademik sekaligus memperluas ruang kontribusi keilmuan seni dan desain Indonesia di tingkat global. Pertukaran gagasan antara mahasiswa, akademisi, dan mitra profesional dari berbagai latar belakang membuka peluang pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dan akademisi ISI Yogyakarta sebagai bagian dari forum akademik di Jerman juga menjadi sarana diplomasi budaya melalui pendidikan tinggi seni. Pengalaman dan perspektif Indonesia yang dihadirkan dalam workshop memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai mitra akademik internasional yang mampu berkontribusi dalam diskursus desain kontemporer.

Kolaborasi ISI Yogyakarta dan Hochschule Hannover melalui Design Thinking Workshop “Caring Communities” sekaligus menegaskan komitmen ISI Yogyakarta untuk terus mengembangkan pendidikan seni yang inovatif, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui penguatan kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan lintas negara, ISI Yogyakarta terus membangun perannya sebagai perguruan tinggi seni Indonesia yang aktif berkontribusi dalam perkembangan pendidikan, penelitian, dan praktik kreatif di tingkat global.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply