Yogyakarta, 12 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengukuhkan 641 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan dalam dua tahap pada Kamis, 10 September 2026 dan Sabtu, 12 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude.
Wisuda menjadi momentum bagi ISI Yogyakarta untuk melepas generasi baru seniman, desainer, kreator, peneliti, pendidik, pengelola seni, serta profesional kreatif yang dipersiapkan untuk berkontribusi di berbagai sektor kehidupan. Para lulusan membawa bekal pendidikan, praktik artistik, penelitian, penciptaan, dan pengalaman kolaborasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan perguruan tinggi seni.
Di tengah perkembangan teknologi digital, artificial intelligence (AI), media baru, platform digital, serta perubahan ekosistem industri kreatif, ISI Yogyakarta terus mendorong lulusannya agar tidak hanya memiliki kompetensi artistik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan membaca perubahan.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., mengatakan setiap lulusan telah melalui perjalanan akademik dan proses kreatif yang tidak sederhana. Pendidikan yang ditempuh para mahasiswa melibatkan tugas dan ujian, latihan, penelitian, penciptaan karya, proses kritik, kegagalan, hingga keberanian untuk terus memperbaiki diri.


“Di balik angka 641, terdapat 641 perjalanan, 641 mimpi, 641 keluarga yang menaruh harapan, dan 641 pribadi yang hari ini akan melangkah ke kehidupan yang baru. Jadikanlah hari ini sebagai awal dari perjalanan baru untuk berkarya, berkontribusi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irwandi.
Capaian akademik menjadi salah satu bagian penting dalam Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 187 lulusan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude.
Dua lulusan mencatatkan IPK tertinggi, yakni 3,97. Keduanya adalah Khoirul Aribah dari Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual dan Ahrman Soleh Sandikusumah dari Program Studi S2 Tata Kelola Seni.
Pada tingkat fakultas dan Program Pascasarjana, Khoirul Aribah menjadi lulusan dengan IPK tertinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan IPK 3,97. Andreas dari D4 Penyajian Musik menjadi lulusan dengan capaian tertinggi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dengan IPK 3,90.
Sementara itu, Pelagia Felice Sonata dari D4 Animasi menjadi lulusan dengan IPK tertinggi Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), yakni 3,84. Ahrman Soleh Sandikusumah mencatatkan IPK tertinggi Program Pascasarjana dengan 3,97.


Namun demikian, Irwandi menegaskan bahwa capaian akademik bukan satu-satunya ukuran kesiapan lulusan ketika memasuki kehidupan profesional.
“Prestasi akademik harus berjalan bersama dengan karakter dan kompetensi,” katanya.
Menurut Irwandi, lulusan perguruan tinggi saat ini akan menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan integritas, kreativitas, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, keberanian mengambil keputusan, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kemauan untuk terus belajar.
Perubahan dalam ekosistem seni dan industri kreatif juga menjadi perhatian ISI Yogyakarta. Kehadiran teknologi digital, AI, media baru, serta perubahan perilaku masyarakat menghadirkan tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi lulusan pendidikan tinggi seni.
Menghadapi perubahan tersebut, Rektor menyampaikan tiga pesan utama kepada para lulusan.
“Karena itu, saya ingin menitipkan tiga pesan penting kepada Saudara: jadilah pribadi yang kreatif, inovatif, dan adaptif,” ujar Irwandi.
Pesan tersebut sejalan dengan langkah ISI Yogyakarta yang sejak Agustus 2026 mulai memperkuat integrasi literasi AI dalam pendidikan tinggi seni.
Pengembangan literasi AI tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup aspek etika, integritas akademik, hak cipta, keamanan data, transparansi, dan pertanggungjawaban dalam proses kreatif.
Langkah itu sekaligus memperkuat arah ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni nasional yang unggul, kreatif, inovatif, dan inklusif. Pendidikan seni dikembangkan tidak hanya untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dan disiplin artistik, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, mengolah pengetahuan menjadi gagasan, serta melahirkan karya yang relevan bagi masyarakat.
ISI Yogyakarta mendorong para alumninya untuk mengambil peran semakin luas, baik di dunia seni dan kebudayaan, industri kreatif, pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, komunitas, maupun berbagai profesi baru yang berkembang seiring perubahan zaman.
Kehadiran alumni di berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari kontribusi pendidikan tinggi seni terhadap pembangunan kebudayaan, pengembangan ekonomi kreatif, serta kehidupan sosial masyarakat.
Para lulusan juga diingatkan bahwa setelah meninggalkan kampus, mereka tidak hanya membawa ijazah dan gelar akademik, tetapi turut membawa nama ISI Yogyakarta. Karena itu, profesionalitas perlu senantiasa berjalan bersama integritas, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Hari ini kampus melepas Saudara untuk terbang lebih jauh. Menjelajahlah dengan ide dan karya Anda. Hadapi perubahan. Jangan takut mencoba hal baru. Jangan takut memulai dari bawah. Dan jangan pernah berhenti belajar,” ujar Irwandi.
Pengukuhan 641 lulusan tersebut sekaligus menegaskan keberlanjutan peran ISI Yogyakarta dalam membangun sumber daya manusia kreatif yang berpijak pada kekayaan seni dan budaya, sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global.
Kampus menjadi ruang pertemuan antara tradisi, pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan tanggung jawab sosial melalui proses pendidikan, penelitian, serta penciptaan seni.
Dengan modal sosial dan budaya yang diperoleh selama menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta, Rektor optimistis para lulusan mampu mengambil peran secara maksimal setelah kembali ke masyarakat. Kolaborasi antara kampus dan alumni juga diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusi sekaligus posisi alumni dan ISI Yogyakarta dalam ekosistem seni dan industri kreatif.
“Saya percaya, masa depan seni dan kebudayaan Indonesia ada di tangan generasi yang hari ini berdiri di hadapan saya,” kata Irwandi.
Ia menutup pesannya dengan mengajak seluruh lulusan untuk terus mengembangkan diri dan menjadikan karya sebagai jalan memberi manfaat kepada masyarakat.
“Teruslah berkarya. Teruslah berinovasi. Teruslah belajar dan teruslah beradaptasi. Dan di mana pun Saudara berada, jangan pernah berhenti menjadi manusia yang menciptakan makna melalui karya,” pungkasnya.











