Yogyakarta, 17 Juli 2026 —Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersama Jiwa Jawa Resort Bromo, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan Kelompok Derik Pasuruan menghadirkan pameran seni rupa bertajuk “BROMOPEDIA: A Landscape of Signs” di Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.
Pameran yang berlangsung pada 18 Juli hingga 31 Agustus 2026 tersebut menghadirkan 37 karya dari 28 seniman lintas disiplin. Melalui beragam pendekatan artistik, para seniman menawarkan pembacaan mengenai Gunung Bromo sebagai lanskap yang tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah, spiritualitas, memori kolektif, dinamika sosial, konflik, serta berbagai tanda kebudayaan.
BROMOPEDIA memandang kawasan Bromo sebagai ruang hidup yang terus dibentuk oleh hubungan antara manusia, lingkungan, tradisi, dan perubahan sosial. Karya-karya yang dipamerkan mengangkat sejumlah isu, mulai dari relasi masyarakat dengan alam, siklus kehidupan warga di kawasan pegunungan, hingga jejaring budaya yang membangun identitas Bromo dari waktu ke waktu.
Pameran ini dikuratori oleh Mikke Susanto. Sejumlah seniman yang terlibat antara lain Afif AF, Akbar Warisgia, Alif Sukma Muclisin, Ally Ansori, Alienz, Bagus Karunia S., Derik, Ediar Rusli, Fabiola Natasha, Ghufron, Irwandi, Lutse Lambert Daniel M., M. Medik, Mufi Mubaroh, Muhammad Fajar A., Nashrul R. A., Nofi Sucipto, Nuru Sahru Romadon, Shobari, Sigit Pramono, Sinatrya Haryo, Toni Ja’far, Toriq Achmad, Toyol Dolanan Nuklir, Wanda Masyita Ja’far, Widi S. Martodiharjo, dan Yoes Wibowo.
Soft opening pameran dilaksanakan pada 18 Juli 2026, sedangkan upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026. Selama masa pameran, masyarakat dapat mengunjungi ruang pamer setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pameran terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Keterlibatan Program Pascasarjana ISI Yogyakarta dalam penyelenggaraan BROMOPEDIA memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi seni dalam memperluas ruang produksi, kajian, dan diseminasi pengetahuan berbasis seni. Kolaborasi ini juga mempertemukan lingkungan akademik, komunitas seni, pelaku kebudayaan, dan pengelola kawasan wisata dalam satu forum penciptaan dan pertukaran gagasan.
Melalui pameran tersebut, ISI Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya mengembangkan praktik penciptaan di lingkungan kampus, tetapi juga aktif merespons persoalan masyarakat, lingkungan, dan kebudayaan melalui pendekatan artistik serta lintas disiplin.
BROMOPEDIA diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memahami Bromo secara lebih luas. Di balik citranya sebagai destinasi wisata, Bromo merupakan lanskap budaya yang menyimpan beragam cerita, pengetahuan, nilai, dan pengalaman hidup yang penting untuk terus dibaca, dirawat, serta dikembangkan.






