Yogyakarta, 25 Mei 2026 – Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif berbasis teknologi. Prestasi ini ditunjukkan melalui keberhasilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026.
Tim mahasiswa yang terdiri atas Ade Nur Fauzi, Saparius Ferdianto, dan Muhammad Nashih berhasil memperoleh pendanaan melalui inovasi bertajuk “Lado EthniCallity Studio: Layanan Produksi Musik Etnis Berbasis Digitalisasi dan Transformasi Instrumen Tradisional.” Program tersebut berada pada kategori Tahap Bertumbuh dan didampingi oleh dosen pembimbing Hana Permata Heldisari, S.Pd., M.Pd.
Saparius Ferdianto selaku ketua tim bersama Ade Nur Fauzi dan Muhammad Nashih dinilai berhasil menghadirkan gagasan kreatif yang memadukan pelestarian musik tradisional dengan pemanfaatan teknologi digital. Melalui konsep tersebut, tim mengembangkan layanan produksi musik etnis berbasis digitalisasi dan transformasi instrumen tradisional agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri musik modern.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa seni tidak hanya unggul dalam aspek artistik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini. Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pengembangan musik etnis Indonesia sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Capaian tersebut semakin memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang mampu melahirkan mahasiswa kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Tidak hanya berfokus pada penciptaan karya artistik, ISI Yogyakarta juga terus mendorong pengembangan kewirausahaan kreatif berbasis seni dan budaya.
Dukungan dari UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan ISI Yogyakarta, dosen pendamping, serta lingkungan akademik yang kolaboratif menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang kompetitif di tingkat nasional.
Melalui prestasi ini, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang mampu mengembangkan seni tradisi melalui pendekatan teknologi dan inovasi kreatif. Keberhasilan mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa seni budaya Indonesia ke ranah yang lebih luas.






