Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Alumni Fotografi ISI Yogyakarta Raih Hasselblad Masters 2026, Teguhkan Reputasi di Panggung Dunia

Alumni Fotografi ISI Yogyakarta Raih Hasselblad Masters 2026, Teguhkan Reputasi di Panggung Dunia

Yogyakarta, 10 Juli 2026 — Alumni Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yudha Kusuma Putera, meraih penghargaan internasional Hasselblad Masters 2026 kategori Art. Penghargaan tersebut diraih melalui seri fotografi bertajuk Waste Colonialism (Sapi-Sapi Piyungan) yang mengangkat persoalan lingkungan dan sistem pengelolaan sampah melalui pendekatan visual yang kuat.

Yudha tercatat menempuh pendidikan di Program Studi Fotografi ISI Yogyakarta pada 2005–2012. Seniman multidisiplin yang tinggal dan berkarya di Yogyakarta tersebut menjadikan fotografi sebagai medium utama untuk membicarakan persoalan sosial, lingkungan, serta hubungan manusia dengan ruang hidupnya. Ia juga aktif mengembangkan praktik seni fotografi bersama kolektif Ruang MES 56 sejak 2010.

Dalam kompetisi Hasselblad Masters 2026, Yudha terpilih sebagai satu dari tujuh pemenang dari 70 finalis internasional. Penyelenggaraan tahun ini menerima lebih dari 108.000 karya dari fotografer di 160 negara dan wilayah dalam tujuh kategori, yaitu Landscape, Architecture, Portrait, Art, Street, Wildlife, dan Project//21. Para pemenang ditentukan berdasarkan kekuatan konsep, orisinalitas, kreativitas, dan keunggulan teknis karya.

Seri Waste Colonialism (Sapi-Sapi Piyungan) menyoroti praktik pemindahan beban sampah dari pusat-pusat ekonomi menuju wilayah berkembang atau kawasan pinggiran. Gagasan tersebut diterjemahkan Yudha melalui pemandangan sapi-sapi yang mencari makan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Piyungan, Yogyakarta.

Yudha memotret bagian punggung sapi yang saling bertumpuk hingga secara visual menyerupai bentang perbukitan dan lanskap sampah di sekitarnya. Komposisi tersebut membentuk metafora mengenai hubungan manusia, alam, pola konsumsi, dan sistem yang dibangun untuk menyingkirkan sampah dari ruang pandang masyarakat. Karya itu tidak diarahkan untuk menyalahkan pihak tertentu, tetapi mengajak publik merefleksikan sampah yang dihasilkan serta masa depan lingkungan yang sedang dibentuk bersama.

Ketua Dewan Juri Hasselblad Masters sekaligus Direktur Eksekutif Hasselblad Foundation, Kalle Sanner, menilai karya Yudha menghadirkan ketidakpastian visual yang membuat penonton terus mengamati dan mempertanyakan makna di balik gambar. Karya tersebut dinilai memiliki daya tarik intelektual sekaligus kekuatan visual yang muncul secara perlahan melalui pengamatan mendalam.

Gelar Hasselblad Master menempatkan Yudha dalam komunitas fotografer internasional penerima penghargaan Hasselblad. Setiap pemenang memperoleh kamera medium format Hasselblad 100 megapiksel, dua lensa XCD, dana kreatif sebesar 5.000 euro, serta kesempatan berkolaborasi dalam proyek fotografi yang akan dipublikasikan melalui buku Hasselblad Masters dan kanal global Hasselblad.

Prestasi tersebut menjadi penanda kuat kualitas alumni ISI Yogyakarta dalam menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara artistik dan teknis, tetapi juga kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan. Pencapaian Yudha sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan seni di ISI Yogyakarta mampu melahirkan seniman dengan perspektif lokal yang relevan dalam percakapan global.

ISI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Yudha Kusuma Putera. Capaian ini diharapkan menginspirasi mahasiswa, alumni, dosen, dan seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan praktik seni berbasis riset, memperkuat keberanian bereksperimen, serta menghadirkan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan alumni di salah satu kompetisi fotografi profesional paling bergengsi di dunia tersebut turut meneguhkan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan kreator berdaya saing internasional. Dari lingkungan pendidikan seni di Yogyakarta, gagasan mengenai persoalan lokal dapat tumbuh menjadi karya yang memperoleh pengakuan sekaligus memperkuat posisi seni dan fotografi Indonesia di panggung dunia.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID