Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Menjaga Memori Visual Bangsa, ISI Yogyakarta Gelar FGD Konservasi Fotografi

Menjaga Memori Visual Bangsa, ISI Yogyakarta Gelar FGD Konservasi Fotografi

Yogyakarta, 9 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Program Studi Konservasi Seni bersama Program Studi Fotografi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Fotografi dan Workshop Teknik Cetak Fotografi Historis bertajuk “Preserving Photographic Heritage through Knowledge Exchange and Historic Printing Practice.” Kegiatan ini menjadi bagian dari penelitian kolaboratif ISI Yogyakarta dengan University for Continuing Education Krems atau Donau University Krems, Austria, yang didukung pendanaan ASEA-UNINET.

Kegiatan tersebut menegaskan peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berfokus pada penciptaan karya, tetapi juga pada riset, konservasi, dan pelestarian warisan budaya visual. Melalui forum ini, ISI Yogyakarta mendorong penguatan jejaring antara perguruan tinggi, museum, lembaga arsip, dan institusi kebudayaan dalam pengembangan konservasi fotografi di Indonesia.

FGD diikuti oleh perwakilan berbagai institusi pengelola koleksi fotografi di Yogyakarta, antara lain Museum Benteng Vredeburg, Museum Sandi Yogyakarta, Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Museum Sonobudoyo, Museum dan Arsip Kadipaten Pakualaman, serta Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Universitas Gadjah Mada. Kehadiran berbagai lembaga tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai kondisi koleksi, tantangan preservasi, praktik digitalisasi, serta peluang kolaborasi lintas institusi.

Kegiatan dibuka oleh Rektor ISI Yogyakarta sekaligus Ketua Peneliti, Dr. Irwandi, M.Sn. Dalam arahannya, Dr. Irwandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pelestarian fotografi. Sinergi antara bidang fotografi dan konservasi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman terhadap karakter material, teknik penciptaan, serta kebutuhan preservasi koleksi fotografi.

Materi pembuka disampaikan oleh Achmad Oddy Widyantoro, dosen Program Studi Fotografi ISI Yogyakarta. Ia mengulas sejarah perkembangan fotografi, evolusi teknik cetak fotografi, serta karakteristik kerusakan yang umum ditemukan pada material fotografi. Pemahaman tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan pendekatan konservasi yang tepat sesuai karakteristik objek dan teknik pembuatannya.

Dalam sesi diskusi, para peserta memaparkan kondisi koleksi fotografi di masing-masing institusi. Isu yang dibahas meliputi kebutuhan sistem penyimpanan yang sesuai standar, digitalisasi koleksi, konservasi preventif, pengendalian lingkungan penyimpanan, penggunaan material bebas asam, hingga pengembangan standar metadata fotografi. Forum ini juga menekankan bahwa digitalisasi penting untuk memperluas akses informasi, namun pelestarian objek fotografi asli tetap menjadi prioritas karena menyimpan nilai material, teknik, dan historis yang tidak sepenuhnya tergantikan oleh reproduksi digital.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti Workshop Teknik Cetak Fotografi Historis Salt Print yang difasilitasi oleh Keluarga Old Photographic Process ISI Yogyakarta (KOPPI). Workshop ini memberikan pengalaman praktik langsung mengenai salah satu teknik cetak fotografi awal dalam sejarah fotografi. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pembentukan citra, karakter material, serta relevansinya terhadap identifikasi dan konservasi koleksi fotografi historis.

Penyelenggaraan FGD dan workshop ini menjadi langkah penting ISI Yogyakarta dalam memperkuat kontribusi akademik dan kebudayaan di bidang konservasi fotografi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya jejaring kolaborasi nasional dan internasional yang mendorong penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelestarian warisan fotografi Indonesia secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Dengan kegiatan ini, ISI Yogyakarta semakin meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang berperan aktif dalam menjaga, mengembangkan, dan memaknai kembali warisan budaya visual melalui riset, praktik akademik, serta kolaborasi lintas lembaga.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID