Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Alumni ISI Yogyakarta Debut Menulis Film Panjang, Hadirkan Perspektif Lokal dalam Fo-ufo

Alumni ISI Yogyakarta Debut Menulis Film Panjang, Hadirkan Perspektif Lokal dalam Fo-ufo

Yogyakarta, 10 Juli 2026 — Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Achmad Faishol, menandai debutnya sebagai penulis skenario film layar lebar melalui Fo-ufo. Film komedi fiksi ilmiah produksi Skak Studios tersebut mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026.

Keterlibatan Achmad dalam produksi film panjang nasional menunjukkan kontribusi alumni ISI Yogyakarta dalam perkembangan industri perfilman dan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui Fo-ufo, ia menghadirkan cerita yang memadukan isu-isu global dengan perspektif budaya lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pengalaman menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta turut membentuk pandangan kreatif Achmad bahwa seni memiliki kemampuan untuk menjembatani tradisi dengan gagasan kontemporer. Menurutnya, budaya lokal tidak hanya menjadi warisan yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat digunakan sebagai cara pandang untuk membaca serta merespons berbagai persoalan dunia.

Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan dalam proses penulisan Fo-ufo. Film ini mengangkat sejumlah tema universal, antara lain masa depan, perkembangan teknologi, krisis lingkungan, dan kemanusiaan. Tema-tema tersebut dikemas melalui humor, semangat gotong royong, serta karakter yang akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.

“Bagi saya, budaya lokal bukan sekadar warisan untuk dikenang, melainkan cara pandang untuk membaca dan merespons isu-isu global. Melalui Fo-ufo, saya ingin menunjukkan bahwa cerita yang berakar kuat pada identitas Indonesia justru memiliki daya jangkau yang universal,” ujar Achmad.

Di tengah perkembangan genre fiksi ilmiah, Fo-ufo menawarkan sudut pandang khas Indonesia. Film ini menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai teknologi, masa depan, dan krisis global dapat disampaikan melalui nilai-nilai lokal tanpa kehilangan relevansinya bagi penonton yang lebih luas.

Debut Achmad sebagai penulis film panjang sekaligus mencerminkan relevansi pendidikan seni yang dikembangkan ISI Yogyakarta dengan kebutuhan industri kreatif. Kepekaan terhadap budaya, kemampuan mengolah gagasan, dan keberanian mengeksplorasi berbagai genre menjadi modal penting bagi lulusan seni untuk berkarya serta berkompetisi di tingkat nasional maupun global.

Kehadiran Fo-ufo di layar lebar diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan alumni ISI Yogyakarta untuk terus menghasilkan karya inovatif, memperluas ruang kolaborasi, serta menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber penciptaan yang hidup, kontekstual, dan berdaya jangkau luas.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID