Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Tiga Tim ISI Yogyakarta Melaju ke Final LIDM 2026, Tegaskan Inovasi Seni dan Pendidikan di Era Digital

Tiga Tim ISI Yogyakarta Melaju ke Final LIDM 2026, Tegaskan Inovasi Seni dan Pendidikan di Era Digital

Yogyakarta, 18 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Tiga tim mahasiswa ISI Yogyakarta berhasil lolos sebagai finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026, melalui karya pada Divisi Microteaching Digital Pendidikan dan Divisi Poster Digital Pendidikan.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengembangkan kreativitas seni dan desain yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan. Kompetensi artistik tidak hanya diwujudkan dalam penciptaan karya, tetapi juga dikembangkan menjadi gagasan inovatif yang memiliki relevansi dengan pembelajaran dan komunikasi di ruang digital.

Pada Divisi Microteaching Digital Pendidikan, ISI Yogyakarta diwakili Tim Sahabat Tunagrahita yang beranggotakan Kurnia Dwi Marantika Agustin, Fatma Desti Anggraini, I Ketut Gilang Aditya Ramadhani, dan Ni Made Putri Paramestiewa dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP). Tim tersebut mendapat pendampingan dari Hana Permata Heldisari, S.Pd., M.Pd.

Keberhasilan Tim Sahabat Tunagrahita menjadi salah satu representasi pengembangan inovasi pembelajaran oleh mahasiswa seni. Melalui pendekatan pendidikan digital, mahasiswa didorong untuk menghubungkan kreativitas, teknologi, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dalam proses penciptaan gagasan pembelajaran.

Sementara itu, pada Divisi Poster Digital Pendidikan, dua tim mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) berhasil menembus babak final. Tim Baling-Baling terdiri atas Sonya Fauziah Suryanti, Rayyana Kamila Widyawan, Lamya Izzetica Arimurti, dan Azizan Radya Meidiana.

Empat mahasiswa tersebut juga tergabung dalam Tim Bolang-Baling, dengan susunan Lamya Izzetica Arimurti, Azizan Radya Meidiana, Sonya Fauziah Suryanti, dan Rayyana Kamila Widyawan. Kedua tim berada di bawah bimbingan Alit Ayu Dewantari, M.Sn.

Lolosnya dua tim DKV pada kategori poster digital sekaligus memperlihatkan kapasitas mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengolah kekuatan visual menjadi media komunikasi pendidikan. Kemampuan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan seni yang memadukan kreativitas, penguasaan medium, kemampuan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi.

Keberhasilan tiga tim mencapai tahap final LIDM 2026 turut memperkuat ekosistem akademik ISI Yogyakarta yang mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada penguasaan praktik artistik, tetapi juga mengembangkan inovasi dan penerapan keilmuan seni pada berbagai bidang. Ruang kompetisi nasional menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk menguji gagasan sekaligus memperluas kontribusi seni dalam menjawab perkembangan masyarakat.

Partisipasi mahasiswa pada LIDM juga memperlihatkan bahwa pendidikan seni memiliki ruang yang semakin luas dalam transformasi digital. Bidang seni pertunjukan, desain komunikasi visual, pendidikan, dan teknologi dapat bertemu untuk menghasilkan pendekatan baru yang kreatif sekaligus aplikatif.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta dalam membangun atmosfer pendidikan tinggi seni yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada prestasi. Dengan keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi inovasi tingkat nasional, ISI Yogyakarta terus memperluas peran pendidikan seni sebagai sumber gagasan dan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

Seluruh sivitas akademika ISI Yogyakarta memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah mengantarkan tiga tim tersebut ke tahap final. Para finalis selanjutnya diharapkan dapat menampilkan karya terbaik sekaligus membawa semangat kreativitas dan inovasi ISI Yogyakarta pada rangkaian final LIDM 2026.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan