Yogyakarta, 17 September 2026 — Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Sahabat Tunagrahita dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan berhasil lolos seleksi nasional dan melaju ke babak final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada Divisi Microteaching Digital Pendidikan (MDP).
Tim tersebut terdiri atas Kurnia Dwi Marandtika Agustin sebagai ketua, serta I Ketut Gilang Aditya Ramadhani, Fatma Desti Anggraini, dan Ni Made Putri Paramestiweda sebagai anggota. Dalam proses pengembangan inovasinya, tim mendapat pendampingan dari Hana Permata Heldisari, S.Pd., M.Pd.
Pada LIDM 2026, tim ISI Yogyakarta mengusung karya bertajuk “Bisnis Berbasis Kreativitas: Optimalisasi Website ‘Seni Tanpa Batas’ sebagai Media Promosi Digital Produk Eco-print.” Gagasan tersebut memadukan kreativitas seni, pemanfaatan teknologi digital, pendidikan, dan pengembangan produk kreatif dalam satu pendekatan inovatif.
Keberhasilan menembus babak final menjadi capaian penting karena menunjukkan kemampuan mahasiswa seni untuk merespons perkembangan teknologi melalui perspektif kreatif dan edukatif. Inovasi yang dikembangkan juga memperlihatkan bahwa pendidikan seni dapat beririsan dengan transformasi digital, kewirausahaan kreatif, dan upaya membangun ruang yang semakin inklusif bagi masyarakat.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam penciptaan karya, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Seni ditempatkan bukan semata-mata sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai medium pendidikan, inovasi, pemberdayaan, dan penciptaan nilai tambah.
Partisipasi mahasiswa dalam LIDM juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di ISI Yogyakarta yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta keberanian mahasiswa mengembangkan solusi berbasis bidang keilmuannya. Prestasi tersebut menunjukkan potensi pendidikan tinggi seni dalam mengambil bagian aktif dalam ekosistem inovasi digital nasional.
Tim ISI Yogyakarta selanjutnya akan mengikuti rangkaian Final LIDM 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–20 November 2026 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Pada tahap ini, tim akan membawa inovasi yang telah dikembangkan untuk berkompetisi bersama peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan Tim Sahabat Tunagrahita melaju ke final diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa ISI Yogyakarta lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas serta memperluas penerapan seni melalui teknologi dan berbagai bidang kehidupan. Melalui prestasi mahasiswa di tingkat nasional, ISI Yogyakarta terus memperkuat kontribusinya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, inovatif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.






