Yogyakarta, 18 Juni 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “FLOW” di Galeri Bale Black Box Laboratory, 18–21 Juni 2026. Pameran ini merupakan presentasi publik hasil program residensi seniman Uruguay, Juan Manuel Rodriguez Arnabal.
Pameran “FLOW” menghadirkan 15 seniman dan menampilkan 26 karya hasil proses residensi. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi budaya sekaligus menandai momentum 60 tahun kerja sama internasional Indonesia–Uruguay.
Selama residensi, Juan Manuel Rodriguez Arnabal berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa Jurusan Seni Murni melalui rangkaian kegiatan workshop cat air, workshop sketsa, diskusi artistik, tur jurusan dan FSRD, gallery tour, artist tour, hingga kunjungan ke Artjog. Program ini melibatkan dosen Seni Murni ISI Yogyakarta, Deni Junaedi dan Wiyono, bersama 12 mahasiswa sebagai partisipan aktif.
Tema “Flow: Water, Journey, and Cultural Exchange” dipilih untuk merepresentasikan aliran gagasan, perjalanan lintas budaya, serta pertukaran pengetahuan artistik antara Uruguay dan Indonesia. Kata “flow” merujuk pada medium berbasis air yang digunakan dalam proses berkarya, terutama cat air dan sketsa, sekaligus menjadi metafora atas perjalanan budaya yang mengalir melampaui batas geografis.
Pembukaan pameran dilaksanakan pada 18 Juni 2026 bersamaan dengan penutupan program residensi di Jurusan Seni Murni. Pameran ini menampilkan karya hasil residensi, dokumentasi workshop, dokumentasi kunjungan ke galeri dan studio seniman di Yogyakarta, arsip proses kreatif, serta ruang dialog bagi seniman, akademisi, mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat umum.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa program residensi ini memperlihatkan peran strategis ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang aktif membangun jejaring internasional melalui praktik kreatif dan pertukaran pengetahuan.
“ISI Yogyakarta terus membuka ruang kolaborasi lintas negara karena seni memiliki kemampuan untuk mempertemukan manusia, gagasan, dan kebudayaan. Residensi seniman Uruguay ini bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga memperkuat pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus memperluas kontribusi ISI Yogyakarta dalam diplomasi budaya,” ujar Rektor.
Menurutnya, penyelenggaraan pameran “FLOW” sejalan dengan komitmen ISI Yogyakarta dalam memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi seni berkelas dunia yang berakar pada kebudayaan, terbuka terhadap pertukaran global, dan berdampak bagi masyarakat.
Program ini juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengalami langsung proses kreatif seniman internasional. Melalui workshop cat air dan sketsa, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik visual, tetapi juga memahami bagaimana pengalaman perjalanan, observasi lingkungan, serta dialog budaya dapat diterjemahkan menjadi karya seni.

Dalam konteks hubungan Indonesia–Uruguay, pameran ini memperkuat posisi seni sebagai jembatan diplomasi. Peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama budaya, termasuk melalui pameran, residensi, dan pertukaran artistik.
Melalui “FLOW”, ISI Yogyakarta menegaskan bahwa kampus seni tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan global. Dari Yogyakarta, proses residensi ini menunjukkan bahwa seni mampu menghubungkan pengalaman lokal dan internasional, memperkaya ekosistem akademik, serta memperkuat peran kebudayaan sebagai bahasa bersama antarbangsa.
Pameran “FLOW” dibuka untuk sivitas akademika, seniman, komunitas seni, mitra internasional, dan masyarakat umum di Galeri Bale Black Box Laboratory pada 18–21 Juni 2026.





