YOGYAKARTA, 23 April 2026 — Galeri R.J Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menjadi ruang penting bagi perkembangan wacana seni rupa melalui penyelenggaraan Pekan Rupa #4: Bintang Terang, Bayangan Hilang yang berlangsung pada 20–26 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pameran seni, tetapi juga memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten menghadirkan ruang akademik, artistik, dan sosial yang relevan dengan dinamika zaman.
Mengusung tema Bintang Terang, Bayangan Hilang, Pekan Rupa #4 menawarkan pembacaan kritis terhadap realitas sosial di balik citra kemajuan yang kerap tampak gemilang di permukaan. Melalui karya-karya yang ditampilkan, publik diajak menelusuri “bayangan” yang tersembunyi di balik optimisme artifisial, sekaligus menyaksikan bagaimana seni mampu berbicara tentang luka sosial, kegelisahan, dan harapan dengan bahasa yang reflektif dan kuat.
Diselenggarakan di salah satu ruang seni terkemuka milik kampus, Galeri R.J Katamsi ISI Yogyakarta, agenda ini menjadi bukti bahwa ISI Yogyakarta terus menghidupkan ekosistem seni yang terbuka, kritis, dan produktif. Kehadiran program seperti ini menunjukkan bahwa kampus seni tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga pusat penciptaan pengetahuan, produksi artistik, dan dialog budaya yang menjangkau publik luas.
Grand Opening Pekan Rupa #4 digelar pada 20 April 2026, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang pekan. Publik dapat menikmati beragam program yang telah disiapkan, mulai dari art exhibition, gallery tour, artist talk, workshop, hingga musical performance. Rangkaian ini memperlihatkan keluasan pendekatan ISI Yogyakarta dalam membangun pengalaman seni yang tidak berhenti pada apresiasi visual, melainkan juga melibatkan diskusi, edukasi, dan interaksi lintas praktik.
Kegiatan ini juga memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang mampu menghadirkan ruang ekspresi sekaligus ruang pemikiran. Di tengah kebutuhan akan kampus yang responsif terhadap isu sosial dan perkembangan seni kontemporer, Pekan Rupa #4 menegaskan kapasitas ISI Yogyakarta dalam merawat tradisi akademik yang bertumpu pada kebebasan berekspresi, keberanian bereksperimen, dan kedekatan dengan persoalan masyarakat.
Pekan Rupa #4 terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum, skema ini menunjukkan komitmen untuk memperluas akses publik terhadap seni, sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam ruang-ruang kebudayaan yang bermakna. Melalui Pekan Rupa #4, ISI Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif membentuk lanskap seni dan budaya Indonesia. Di ruang seperti inilah seni tumbuh, gagasan dipertemukan, dan posisi ISI Yogyakarta sebagai kampus seni berdampak semakin diperkuat.









