Yogyakarta, 23 April 2026 — Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia Yogyakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Peru akan menyelenggarakan “Peruvian Film Screening” pada Selasa–Rabu, 28–29 April 2026 di Ruang Audio Visual, Dekanat FSMR ISI Yogyakarta. Kegiatan ini terbuka gratis untuk umum dan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang apresiasi, pembelajaran, serta dialog internasional di bidang seni dan perfilman.
Pembukaan acara akan diawali dengan special screening film Peru berjudul “Jepang” pada Selasa, 28 April 2026. Setelah pemutaran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama guest filmmaker Jhon Alexander Arróspide Linares, yang diharapkan menjadi forum pertukaran gagasan antara sineas, mahasiswa, dosen, dan publik pecinta film.
Selain film pembuka tersebut, penonton juga akan diajak menikmati tujuh film Peru lainnya, yaitu Las Mejores Familias (2020), Reinas (2024), La Herencia de Flora (2024), Deliciosa Fruta Seca (2019), La Pena Máxima (2022), Wiñaypacha (2019), dan Manco Cápac (2021). Kehadiran ragam film tersebut menghadirkan spektrum sinema Peru yang kaya, mulai dari tema keluarga, identitas, sejarah, hingga realitas sosial budaya.
Penyelenggaraan “Peruvian Film Screening” menegaskan komitmen FSMR ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pengalaman belajar yang tidak berhenti di ruang kelas, melainkan juga membuka akses mahasiswa pada perkembangan sinema dunia dan praktik kebudayaan lintas negara. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kapasitas ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang aktif membangun ekosistem akademik dan artistik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.


Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Peru juga menunjukkan bahwa ISI Yogyakarta semakin dipercaya sebagai mitra strategis dalam pengembangan diplomasi budaya. Melalui forum semacam ini, kampus tidak hanya menjadi tempat pemutaran karya, tetapi juga ruang dialog antarbangsa yang mempertemukan perspektif artistik, pengalaman kreatif, dan pengetahuan budaya dalam satu panggung akademik yang hidup.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas referensi visual, memahami pendekatan sinematik dari konteks budaya yang berbeda, sekaligus berdialog langsung dengan praktisi film internasional. Sementara bagi masyarakat umum, acara ini menjadi ruang apresiasi yang memperkaya wawasan tentang perfilman Amerika Latin melalui karya-karya pilihan dari Peru.
Dengan menghadirkan program ini, FSMR ISI Yogyakarta kembali menunjukkan perannya sebagai simpul penting pendidikan seni di Indonesia yang terus bergerak maju, memperluas jejaring global, dan menghadirkan kegiatan-kegiatan bermutu yang memperkuat posisi ISI Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.
“Peruvian Film Screening” akan berlangsung pada 28–29 April 2026 di Ruang Audio Visual, Dekanat FSMR ISI Yogyakarta, dan dapat diikuti secara gratis serta terbuka untuk umum.








