YOGYAKARTA, 5 Juni 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam menjawab tantangan komunikasi publik melalui karya tugas akhir mahasiswa yang mengintegrasikan desain, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Melalui Ujian Tugas Akhir Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) periode Genap Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa DKV ISI Yogyakarta, Dimas Fawwaz Putra Arvian, menghadirkan inovasi berupa perancangan platform digital edukatif untuk mendukung literasi publik mengenai produk-produk sekuriti nasional.
Karya bertajuk “Perancangan Website Katalog Produk PERURI sebagai Media Informasi Publik” tersebut lahir dari kebutuhan akan media informasi yang mampu menjembatani pemahaman masyarakat terhadap peran dan layanan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI). Selama ini, sebagian besar masyarakat mengenal PERURI hanya sebagai lembaga pencetak uang rupiah, padahal perusahaan milik negara tersebut telah berkembang menjadi penyedia teknologi keamanan strategis yang berperan penting dalam ekosistem layanan digital nasional.
Melalui pendekatan desain komunikasi visual berbasis riset, Dimas mengembangkan sebuah website katalog yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi produk, tetapi juga sebagai platform edukasi publik yang interaktif dan mudah diakses. Perancangan tersebut menghadirkan berbagai fitur inovatif seperti katalog produk terstruktur, penjelasan sistem keamanan dokumen, visualisasi produk tiga dimensi (3D), simulasi pemesanan secara real-time, kalkulasi estimasi biaya, chatbot marketing, hingga fitur verifikasi yang membantu masyarakat memahami fungsi dan karakteristik produk-produk sekuriti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pengembangannya, karya ini memanfaatkan metode hybrid yang mengombinasikan pendekatan Design Thinking dan Design Sprint. Metode tersebut memungkinkan proses perancangan dilakukan secara human-centered, dengan menempatkan kebutuhan pengguna sebagai dasar pengambilan keputusan desain. Hasilnya, platform yang dirancang tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang menarik, tetapi juga mampu menyederhanakan informasi kompleks menjadi lebih mudah dipahami oleh publik.

Menurut Dimas, proyek tersebut berangkat dari keinginannya untuk menghadirkan desain yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan literasi publik terhadap berbagai dokumen penting negara.
“Saya melihat masih banyak masyarakat yang mengenal PERURI hanya sebagai pencetak uang. Padahal PERURI memiliki peran yang jauh lebih luas dalam menjaga keamanan dokumen negara dan ekosistem digital Indonesia. Melalui website katalog ini, saya ingin menghadirkan media informasi yang lebih terbuka, mudah dipahami, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat digital saat ini,” ujarnya.
Lebih jauh, karya tersebut menunjukkan bagaimana disiplin desain komunikasi visual dapat berkontribusi terhadap isu-isu strategis nasional. Di tengah percepatan transformasi digital, kemampuan mengubah informasi teknis dan kompleks menjadi pengalaman yang informatif, inklusif, dan mudah dipahami menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi berbagai institusi, termasuk lembaga negara.
Kehadiran karya ini sekaligus memperlihatkan karakter pendidikan di ISI Yogyakarta yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kreativitas artistik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan sektor publik. Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan seni, desain, teknologi, dan riset, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
Perancangan website katalog produk PERURI tersebut menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi seni dapat mengambil peran strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Desain tidak lagi dipahami semata sebagai aspek estetika, melainkan sebagai instrumen komunikasi yang mampu memperkuat edukasi publik, meningkatkan literasi digital masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang lebih efektif antara institusi dan warga negara.
Pelaksanaan Ujian Tugas Akhir DKV FSRD ISI Yogyakarta tahun ini juga menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbagai karya yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai proyek akademik, tetapi berkembang menjadi gagasan inovatif yang berpotensi diterapkan di dunia nyata. Melalui karya-karya semacam ini, ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni terkemuka yang mampu menghasilkan talenta kreatif dengan kapasitas riset, pemecahan masalah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, serta institusi strategis nasional.





