Yogyakarta, 6 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Kampus sebagai bagian dari proses seleksi calon delegasi menuju Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) dan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026. Pada pelaksanaan kali ini, tangkai lomba fotografi menjadi salah satu ruang kompetisi yang dihadirkan untuk menjaring mahasiswa terbaik di bidang seni visual dan media rekam.
Mengusung tema “Seni Budaya: Agen Perubahan Menguatkan dan Berdampak”, kegiatan ini menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam menempatkan seni tidak hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual, sosial, dan kultural yang mampu memberi kontribusi bagi masyarakat.
Tangkai lomba fotografi dalam Pekan Seni Mahasiswa Kampus ISI Yogyakarta mencakup kategori fotografi jurnalistik dan dokumenter serta foto seni atau fine arts. Kategori tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan membaca realitas, membangun gagasan visual, serta menghadirkan karya fotografi yang memiliki kekuatan naratif, artistik, dan konseptual.

Kegiatan seleksi dilaksanakan di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Pemilihan ruang publik sebagai lokasi pemotretan memberi kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial, budaya, dan dinamika masyarakat. Melalui proses tersebut, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga peka terhadap konteks dan mampu menyampaikan pesan visual secara bermakna.
Seleksi ini terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif ISI Yogyakarta. Sebelum proses pemotretan dimulai, peserta diwajibkan mengikuti briefing bersama panitia. Setelah itu, peserta diberi waktu maksimal tiga jam untuk melakukan pemotretan di lokasi yang telah ditentukan. Setiap peserta membawa perlengkapan fotografi secara mandiri, termasuk kamera digital DSLR atau mirrorless serta perangkat pendukung lainnya.

Selain hasil karya yang dibuat pada saat lomba, proses seleksi juga mempertimbangkan portofolio peserta. Portofolio tersebut disusun dalam format PDF dan memuat data diri, pengalaman berkarya, serta karya-karya fotografi sebelumnya. Dengan mekanisme ini, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan rekam jejak, konsistensi, dan potensi artistik peserta.
Melalui Pekan Seni Mahasiswa Kampus, ISI Yogyakarta terus memperkuat ekosistem pembinaan mahasiswa di bidang seni. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah daya cipta, keberanian bereksperimen, kedisiplinan berkarya, serta kemampuan berkompetisi secara sehat di tingkat daerah maupun nasional.
Penyelenggaraan seleksi ini juga menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta dalam menjaga tradisi prestasi mahasiswa seni. Sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki kekuatan pada bidang penciptaan, pengkajian, dan pengembangan seni budaya, ISI Yogyakarta mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai generasi kreatif yang mampu membaca zaman, merespons persoalan masyarakat, dan memberi dampak melalui karya seni.
Dari kegiatan ini, diharapkan terpilih mahasiswa terbaik yang mampu mewakili ISI Yogyakarta dalam Peksimida dan Peksiminas 2026. Para delegasi tersebut diharapkan tidak hanya membawa nama institusi dalam ajang kompetisi, tetapi juga menunjukkan kualitas pendidikan seni ISI Yogyakarta yang terus berperan dalam membentuk insan seni yang kreatif, kritis, adaptif, dan berdampak bagi kebudayaan Indonesia.





