Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat kesiapan akademik mahasiswa baru Program Pascasarjana melalui Sosialisasi dan Pengenalan Perpustakaan yang diselenggarakan UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta, di Concert Hall R.A.J. Soedjasmin, Kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta membangun ekosistem pendidikan tinggi seni yang tidak hanya bertumpu pada praktik dan penciptaan karya, tetapi juga didukung budaya akademik, penelitian, serta akses terhadap sumber informasi yang relevan dan berkualitas.
Sosialisasi menghadirkan Kepala UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta, Agustiawan, S.S., M.IP., bersama Pustakawan Perpustakaan Pascasarjana ISI Yogyakarta, Fl. Agung Hartono, S.Sos. Keduanya memberikan pembekalan mengenai peran strategis perpustakaan serta berbagai layanan dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani pendidikan di Program Pascasarjana.
Mahasiswa diperkenalkan dengan perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber informasi akademik di lingkungan ISI Yogyakarta. Pengenalan mencakup layanan perpustakaan, fasilitas pendukung, akses terhadap koleksi, serta pemanfaatan berbagai sumber referensi untuk menunjang perkuliahan, penelitian, penyusunan karya ilmiah, dan pengembangan gagasan.
Bagi mahasiswa pascasarjana, kemampuan menemukan, memilih, dan memanfaatkan sumber informasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan keilmuan. Terlebih dalam pendidikan tinggi seni, proses penciptaan dan pengkajian karya membutuhkan dukungan referensi yang mampu mempertemukan perspektif artistik, akademik, budaya, dan perkembangan pengetahuan kontemporer.
Melalui penguatan pemanfaatan perpustakaan sejak awal masa studi, ISI Yogyakarta mendorong mahasiswa untuk membangun tradisi akademik yang kuat. Perpustakaan tidak semata ditempatkan sebagai ruang penyimpanan koleksi, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur pengetahuan yang mendukung lahirnya penelitian, pemikiran kritis, serta karya-karya seni yang memiliki landasan akademik.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen ISI Yogyakarta dalam memberikan lingkungan belajar yang komprehensif bagi mahasiswa. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan seni, ISI Yogyakarta terus mengembangkan keterhubungan antara proses penciptaan, pengkajian, penelitian, dan pengelolaan sumber pengetahuan sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Sosialisasi dan pengenalan perpustakaan diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana untuk lebih aktif memanfaatkan sumber-sumber akademik selama menempuh pendidikan. Kebiasaan tersebut penting untuk mendukung proses penelitian dan penciptaan sekaligus memperkuat kualitas keluaran akademik mahasiswa.
Melalui dukungan UPA Perpustakaan, ISI Yogyakarta terus meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki ekosistem akademik terintegrasi, tempat praktik artistik, penelitian, penciptaan, dan pengembangan keilmuan tumbuh secara berdampingan. Penguatan layanan akademik tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing dan reputasi ISI Yogyakarta dalam pendidikan tinggi seni.






