Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat jejaring kelembagaan dan profesional di bidang fotografi melalui pertemuan dengan Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membahas pengembangan kerja sama jangka panjang, sekaligus membuka peluang pelaksanaan berbagai program bersama di bidang fotografi, pendidikan seni, pengembangan talenta, dan jejaring internasional.
Delegasi FPSI diterima langsung oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., bersama jajaran pimpinan Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), yaitu Dr. Edial Rusli, S.E., M.Sn., Dekan FSMR; Oscar Samaratungga, S.E., M.Sn., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum; serta Janu Haryono, S.Sn., M.Sn., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Pertemuan berlangsung dalam semangat memperkuat hubungan yang selama ini telah terbangun antara institusi pendidikan tinggi seni dengan organisasi profesi dan komunitas fotografi nasional. Kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk persiapan program serta kegiatan bersama yang direncanakan dilaksanakan pada tahun mendatang.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa, tetapi juga mempertemukan lingkungan akademik dengan ekosistem fotografi yang lebih luas. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi fotografi menjadi penting dalam menjawab perkembangan praktik, teknologi, wacana, serta kebutuhan profesi fotografi yang terus bergerak.
Bagi ISI Yogyakarta, penguatan kemitraan dengan FPSI menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan seni yang memiliki keterhubungan kuat dengan dunia profesi. Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta terus mendorong proses pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas jejaring, memperoleh pengalaman profesional, mengikuti kompetisi, dan berinteraksi dengan komunitas seni pada tingkat nasional maupun internasional.

Momentum pertemuan juga ditandai dengan penyerahan Sertifikat Prestasi Mahasiswa ISI Yogyakarta serta katalog Silk Road Youth Photography Competition di Beijing, Tiongkok, oleh Ketua FPSI kepada Rektor ISI Yogyakarta.
Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi dan partisipasi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam kegiatan fotografi pada level internasional. Capaian ini sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa untuk membawa karya dan kompetensinya memasuki ruang apresiasi yang lebih luas di luar Indonesia.
Keterlibatan mahasiswa dalam forum dan kompetisi internasional menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan reputasi institusi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh ruang untuk menguji kualitas karya, tetapi juga dapat mengenali perkembangan fotografi global, membangun jejaring lintas negara, serta membawa perspektif baru ke dalam proses akademik di kampus.
Keberadaan Fakultas Seni Media Rekam juga memberikan posisi strategis bagi ISI Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan fotografi dan seni berbasis media di Indonesia. Pertemuan dengan FPSI semakin memperkuat keterhubungan antara potensi akademik yang dimiliki kampus dengan jejaring pelaku fotografi dari berbagai daerah.
Hubungan tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pengembangan kapasitas mahasiswa, forum akademik dan profesional, pameran, kompetisi, penguatan jejaring komunitas, hingga kegiatan lain yang dapat memberikan dampak bagi perkembangan fotografi Indonesia.
FPSI dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang telah terjalin bersama ISI Yogyakarta. Hubungan kelembagaan yang semakin erat diharapkan mampu melahirkan program-program kolaboratif yang relevan dengan perkembangan zaman serta memberi kontribusi nyata terhadap pendidikan, fotografi, dan ekosistem seni nasional.

Bagi ISI Yogyakarta, kemitraan dengan berbagai organisasi profesi, komunitas seni, institusi pendidikan, serta mitra nasional dan internasional merupakan bagian penting dalam memperluas dampak perguruan tinggi. Kolaborasi memungkinkan pengetahuan dan kreativitas yang berkembang di lingkungan akademik bertemu dengan pengalaman praktis, jaringan profesional, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan kerja sama dengan FPSI, ISI Yogyakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi seniman, fotografer, akademisi, dan kreator yang mampu berkompetisi sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan seni dan kebudayaan.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara FPSI dan ISI Yogyakarta. Dengan kekuatan akademik yang dimiliki ISI Yogyakarta serta jejaring fotografi FPSI, kerja sama kedua lembaga memiliki potensi untuk memperluas kesempatan pengembangan talenta, meningkatkan eksposur karya, dan memperkuat posisi fotografi Indonesia dalam jejaring nasional maupun internasional.





