Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Alumni ISI Yogyakarta Raih Terbaik III Duta Bahasa DIY 2026, Tegaskan Kompetensi Lintas Bidang Lulusan Seni

Alumni ISI Yogyakarta Raih Terbaik III Duta Bahasa DIY 2026, Tegaskan Kompetensi Lintas Bidang Lulusan Seni

Yogyakarta, 7 Agustus 2026 — Alumni Program Studi D4 Penyajian Musik, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Aghisna Indah Mawarni, meraih predikat Terbaik III Putri Duta Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2026. Prestasi tersebut menambah rekam jejak alumni ISI Yogyakarta yang mampu berkiprah dan berprestasi tidak hanya dalam bidang seni, tetapi juga pada ruang kebahasaan, komunikasi, literasi, dan pengembangan generasi muda.

Aghisna ditetapkan sebagai Terbaik III Putri dalam Malam Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi DIY 2026 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Taman Budaya Yogyakarta. Ia menjadi salah satu dari 20 finalis terbaik yang terdiri atas 10 finalis putra dan 10 finalis putri dari berbagai perguruan tinggi.

Capaian tersebut menunjukkan keluasan kompetensi lulusan pendidikan seni. Berbekal pendidikan di bidang penyajian musik, Aghisna mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, literasi, kepemimpinan, kreativitas, serta penyampaian gagasan di ruang publik. Kompetensi-kompetensi tersebut menjadi semakin penting bagi lulusan perguruan tinggi di tengah kebutuhan dunia profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi dan bekerja lintas disiplin.

Pemilihan Duta Bahasa DIY sendiri bukan hanya kompetisi kemampuan berbicara di depan publik. Para peserta menjalani rangkaian pembekalan dan penilaian yang mencakup kebahasaan, kesastraan, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kepemimpinan, pembuatan konten kreatif, penulisan esai, hingga kemampuan menyusun gagasan program atau krida kebahasaan.

Pada tahap penilaian akhir, para finalis juga dituntut mempresentasikan gagasan mengenai program kebahasaan yang relevan dan aplikatif bagi masyarakat. Gagasan tersebut antara lain berkaitan dengan pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pelestarian bahasa daerah, serta berbagai program penguatan literasi dan kebahasaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan proses seleksi tersebut, keberhasilan Aghisna sekaligus memperlihatkan relevansi pendidikan seni dalam membentuk kemampuan berpikir kreatif, komunikasi, presentasi, kepekaan budaya, dan keberanian menyampaikan gagasan. Pendidikan seni tidak berhenti pada penguasaan keterampilan artistik, tetapi dapat menjadi fondasi untuk membangun kapasitas personal dan profesional yang dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan.

Prestasi Aghisna juga melanjutkan rekam jejak akademiknya selama menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta. Pada 2022, ia pernah ditetapkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Peringkat I Tingkat Diploma ISI Yogyakarta. Setahun kemudian, Aghisna menyelesaikan pendidikan pada Program Studi D4 Penyajian Musik dengan IPK 4,00, sekaligus menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023 ISI Yogyakarta.

Pada momentum wisuda tahun 2023 tersebut, Aghisna juga memperoleh kepercayaan untuk menyampaikan pidato kelulusan. Rekam jejak akademik dan nonakademik itu memperlihatkan konsistensinya dalam mengembangkan kapasitas diri sejak masih menjadi mahasiswa hingga setelah menjadi alumni.

Selain memiliki prestasi akademik, Aghisna memiliki pengalaman dalam pengembangan keilmuan musik. Data akademik ISI Yogyakarta mencatat penelitian tugas akhirnya mengangkat kajian mengenai Musical Group Interaction dalam mereduksi kecemasan pada pemain string quartet. Ia juga pernah terlibat dalam penelitian mengenai reinstrumentasi karya musik Barok bersama dosen ISI Yogyakarta.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterhubungan antara praktik artistik, kemampuan akademik, penelitian, komunikasi, dan kepekaan terhadap persoalan sosial budaya. Karakter lintas kompetensi semacam ini menjadi salah satu modal penting bagi lulusan seni untuk mengambil peran lebih luas di masyarakat.

Balai Bahasa Provinsi DIY menempatkan para Duta Bahasa sebagai mitra strategis dalam program pembinaan bahasa dan sastra. Duta Bahasa diharapkan berkontribusi terhadap pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, peningkatan literasi, serta pengembangan berbagai program kebahasaan yang relevan dengan generasi muda.

Keberhasilan Aghisna memasuki ruang tersebut memperlihatkan bahwa lulusan perguruan tinggi seni memiliki potensi untuk mengambil peran pada berbagai sektor. Kompetensi artistik yang dibangun melalui pendidikan seni dapat berkembang menjadi kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, kemampuan bekerja kolaboratif, serta kecakapan membaca dinamika budaya dan masyarakat.

Bagi ISI Yogyakarta, prestasi alumninya di berbagai bidang menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Kampus seni tidak hanya mempersiapkan seniman dan praktisi kreatif, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang mampu membawa cara berpikir kreatif dan perspektif kebudayaan ke berbagai ruang profesi dan pengabdian.

Capaian Aghisna menjadi salah satu contoh bahwa pilihan menempuh pendidikan tinggi seni membuka kemungkinan karier dan ruang kontribusi yang luas. Dari ruang kelas, studio, panggung, penelitian, hingga ruang komunikasi publik, pendidikan seni memberikan bekal untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan gagasan yang relevan bagi masyarakat.

Search
Kategori

Share this post