Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Seniman Tiga Negara Bertemu di ISI Yogyakarta Bahas Ekosistem Seni Kontemporer melalui Seminar “Art Thinking”

Seniman Tiga Negara Bertemu di ISI Yogyakarta Bahas Ekosistem Seni Kontemporer melalui Seminar “Art Thinking”

Yogyakarta, 24 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, bekerja sama dengan ARTJOG akan menyelenggarakan seminar akademik internasional bertajuk “Art Thinking: Young Artists in Art Events and Networks” pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 12.30–15.30 WIB, di Lantai 2 Gedung Ajiyasa, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta.

Seminar ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan bagi mahasiswa, seniman, akademisi, dan masyarakat seni untuk membahas strategi seniman muda dalam membangun praktik artistik, memperluas jejaring profesional, serta menjaga keberlanjutan karier di tengah perkembangan ekosistem seni kontemporer.

Empat seniman dari tiga negara akan hadir sebagai pembicara, yakni Ang Xia Yi dari Malaysia, Oberlan Luna dan Alif Edi Irmawan dari Indonesia, serta Alisa Chunchue dari Thailand. Diskusi akan dipandu oleh Ananta Dewi Rahayu dari Indonesia sebagai moderator.

Kehadiran para seniman lintas negara tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif yang beragam mengenai peran pameran, festival, forum seni, dan jaringan profesional dalam membentuk perjalanan kreatif seorang seniman. Seminar juga akan membahas bagaimana jejaring dapat mendukung kolaborasi, meningkatkan visibilitas karya, serta memperluas akses seniman muda ke berbagai ruang seni pada tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi antara ISI Yogyakarta dan ARTJOG mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi seni dengan pengalaman profesional salah satu perhelatan seni rupa kontemporer terkemuka di Indonesia. Sinergi ini memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan, praktik penciptaan, penyelenggaraan peristiwa seni, dan perkembangan industri kreatif.

Penyelenggaraan seminar internasional tersebut sekaligus menegaskan peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang aktif membangun jejaring global dan menghadirkan lingkungan akademik yang terbuka terhadap perkembangan praktik seni kontemporer. Pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand diharapkan dapat mendorong munculnya dialog, gagasan, serta peluang kolaborasi baru di kawasan Asia Tenggara.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses penciptaan karya, tetapi juga memahami pentingnya kemampuan membangun relasi, mengelola reputasi profesional, dan menempatkan praktik artistik dalam ekosistem seni yang lebih luas. Wawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan seni yang adaptif, profesional, dan mampu berkompetisi di tingkat internasional.

Seminar terbuka bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, seniman muda, serta masyarakat umum. Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/seminar-artthinking26. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Esa di nomor +62 851-4279-2112.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply

en_USEN