Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Dua Tim ISI Yogyakarta Lolos PIMNAS ke-39, Hadirkan Inovasi Batik Digital dan Kemasan Ramah Lingkungan

Dua Tim ISI Yogyakarta Lolos PIMNAS ke-39, Hadirkan Inovasi Batik Digital dan Kemasan Ramah Lingkungan

Yogyakarta, 16 Oktober 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa di tingkat nasional. Dua tim mahasiswa ISI Yogyakarta berhasil lolos seleksi dan dinyatakan berhak mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026. Kedua tim mengusung inovasi yang memadukan kreativitas, teknologi, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan melalui pengembangan produk batik berbasis digital serta kemasan ramah lingkungan dari limbah cair tahu.

Keberhasilan tersebut diumumkan secara resmi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui surat Nomor 3881/DST/B2/DT.01.02/2026 tertanggal 14 Oktober 2026. Kedua tim ISI Yogyakarta tercatat lolos pada bidang Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) setelah melalui tahapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) yang diselenggarakan pada 14–19 September 2026.

Tim pertama dipimpin oleh Luthfi Rohadatul Aisy dengan inovasi bertajuk PAS-EDU: Inovasi Pasmina Batik dan Printing Berbasis QR Code sebagai Media Literasi Esensi Teknik Membatik bagi Konsumen. Gagasan ini mengintegrasikan produk fesyen, kekayaan budaya batik, dan teknologi digital sebagai sarana edukasi konsumen. Melalui pemanfaatan QR Code, produk pasmina dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas fesyen, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan pengetahuan mengenai teknik membatik kepada masyarakat.

Inovasi PAS-EDU memperlihatkan potensi pengembangan produk seni dan desain yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan ekonomi, tetapi juga membawa misi edukasi serta pelestarian budaya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk eksplorasi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam menghubungkan warisan budaya Indonesia dengan kebutuhan industri kreatif dan perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, tim kedua yang dipimpin oleh Gregorius Guntur Jembar Wicaksono mengembangkan inovasi SOYALOGY: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu untuk Kemasan Ramah Lingkungan sebagai Pengganti Bungkus Gelembung di Era Perdagangan Daring. Inovasi ini menawarkan gagasan pemanfaatan limbah industri pangan menjadi alternatif material kemasan yang lebih ramah lingkungan, khususnya untuk menjawab kebutuhan pengemasan produk dalam aktivitas perdagangan daring.

Melalui SOYALOGY, mahasiswa ISI Yogyakarta mengeksplorasi peluang pengembangan produk yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan kembali sumber daya. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa perguruan tinggi seni dapat diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang kewirausahaan berbasis inovasi material dan pengembangan produk.

Lolosnya kedua tim tersebut menempatkan ISI Yogyakarta dalam daftar 100 perguruan tinggi peserta PIMNAS ke-39 Tahun 2026, yang secara keseluruhan melibatkan 420 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ajang nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026, dengan Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah pelaksana.

Keikutsertaan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam kompetisi ilmiah nasional ini menjadi capaian penting yang memperlihatkan luasnya kontribusi pendidikan tinggi seni. Kreativitas tidak hanya diwujudkan melalui penciptaan karya artistik, tetapi juga dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat, industri kreatif, pelestarian budaya, dan lingkungan.

Kedua inovasi tersebut sekaligus mencerminkan relevansi keilmuan seni dan desain dalam merespons tantangan masa kini. PAS-EDU mengangkat potensi budaya batik melalui integrasi teknologi digital, sedangkan SOYALOGY menawarkan pendekatan kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Keduanya menunjukkan bagaimana gagasan kreatif dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai tambah dan peluang penerapan di tengah masyarakat.

Capaian ini semakin memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berperan dalam pendidikan, penciptaan, dan pelestarian seni budaya, tetapi juga dalam melahirkan generasi kreatif, inovatif, serta berjiwa wirausaha. Melalui keikutsertaan dalam PIMNAS ke-39, mahasiswa ISI Yogyakarta membawa semangat bahwa pendidikan seni memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi kreatif, dan pembangunan berkelanjutan.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply