Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Bersaing dengan 202 Proyek, Karya Alumni ISI Yogyakarta Menangi Europe on Screen Short Film Pitching Project 2026

Bersaing dengan 202 Proyek, Karya Alumni ISI Yogyakarta Menangi Europe on Screen Short Film Pitching Project 2026

Yogyakarta, 9 Oktober 2026 — Alumni Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, kembali menorehkan prestasi membanggakan di industri perfilman. Jason Ezra Maail, S.Sn., bersama Mahaputri Adinda yang tergabung dalam duo penyutradaraan The Interns, berhasil menjadi salah satu dari tiga pemenang ajang Europe on Screen Short Film Pitching Project 2026 melalui proyek film pendek berjudul Karina in Male Dominated Field.

Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan alumni ISI Yogyakarta dalam mengembangkan gagasan kreatif yang kompetitif sekaligus relevan dengan isu sosial kontemporer. Keberhasilan ini juga memperlihatkan kontribusi lulusan perguruan tinggi seni dalam menghadirkan perspektif baru bagi perkembangan industri perfilman Indonesia.Proyek Karina in Male Dominated Field berhasil melewati proses seleksi kompetitif dengan menembus jajaran 10 finalis dari total 202 submisi yang mengikuti program tersebut. Dari sepuluh proyek terpilih, karya yang dikembangkan Jason Ezra Maail dan Mahaputri Adinda akhirnya ditetapkan sebagai salah satu dari tiga pemenang.Mengusung genre meta-comedy/fantasy, film ini mengeksplorasi persoalan kesetaraan gender dan dinamika lingkungan kerja dalam industri produksi sinetron serta perfilman. Cerita disampaikan melalui sudut pandang seorang anak perempuan berusia sembilan tahun yang memiliki imajinasi kuat dalam memandang dunia di sekitarnya.

Pendekatan penceritaan tersebut menjadi salah satu kekuatan gagasan film karena memadukan isu sosial dengan eksplorasi naratif yang kreatif. Melalui perspektif anak-anak, proyek ini berupaya menghadirkan pembacaan terhadap relasi gender dan lingkungan kerja yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, sekaligus membuka ruang refleksi mengenai kesetaraan dalam industri kreatif.

Keberhasilan proyek ini dalam Europe on Screen Short Film Pitching Project 2026 menunjukkan bahwa karya sineas muda Indonesia memiliki potensi untuk berkembang melalui forum pengembangan film yang terhubung dengan jejaring perfilman internasional. Program pitching menjadi ruang penting bagi pembuat film untuk memperkenalkan gagasan, menguji kekuatan cerita, dan membuka peluang pengembangan karya menuju tahap produksi.

Bagi ISI Yogyakarta, capaian tersebut turut memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi seni yang menghasilkan lulusan dengan kemampuan artistik, kreativitas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Pendidikan seni tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan cara berpikir kritis, kemampuan bereksperimen, dan keberanian menghadirkan gagasan yang memiliki nilai sosial.

Kiprah Jason Ezra Maail dalam proyek The Interns sekaligus memperlihatkan relevansi kompetensi yang dikembangkan melalui pendidikan Film dan Televisi dengan kebutuhan industri audiovisual yang terus berkembang. Kemampuan membangun konsep cerita, mengolah bahasa visual, serta mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi modal penting bagi sineas untuk berpartisipasi dalam ekosistem perfilman yang semakin kompetitif.

Prestasi alumni tersebut juga memperkuat posisi Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan seni yang berkontribusi terhadap perkembangan perfilman nasional. Melalui karya dan pencapaian para lulusannya, ISI Yogyakarta terus menunjukkan peran pendidikan tinggi seni dalam mendorong lahirnya generasi kreatif yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan mengembangkan karya dengan jangkauan lebih luas.

Saat ini, proyek film pendek Karina in Male Dominated Field masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan melakukan penayangan perdana pada penyelenggaraan Europe on Screen 2027. Rencana tersebut menjadi tahapan penting bagi tim kreatif untuk mewujudkan gagasan yang telah memperoleh pengakuan melalui kompetisi pitching menjadi sebuah karya audiovisual yang dapat dinikmati masyarakat.

Pencapaian Jason Ezra Maail bersama Mahaputri Adinda menjadi tambahan catatan positif bagi kiprah alumni ISI Yogyakarta di bidang perfilman. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan calon sineas untuk terus mengembangkan gagasan orisinal, mengangkat isu yang relevan, serta memanfaatkan berbagai kesempatan dalam memperkenalkan karya kepada publik yang lebih luas.

Melalui prestasi para alumninya, ISI Yogyakarta terus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang tidak hanya melahirkan pencipta karya, tetapi juga turut membentuk masa depan industri kreatif dan perfilman Indonesia.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply