Jakarta, 8 Oktober 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri kreatif melalui pembelajaran langsung di dunia profesional. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Program Studi D4 Produksi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), melalui kunjungan lapangan ke dua perusahaan media nasional, Rajawali Televisi (RTV) dan Cretivox, di Jakarta pada 6–8 Oktober 2026.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan dosen pendamping ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik profesional di industri penyiaran, perfilman, dan media digital. Melalui interaksi langsung bersama para praktisi, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses produksi audiovisual, pengembangan konten kreatif, pengelolaan media, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan industri.
Carrying the theme “Penguatan Kompetensi Produksi Film dan Televisi melalui Kolaborasi Akademik dan Industri Kreatif di Jakarta”, kunjungan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperluas jejaring kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
Rangkaian kunjungan diawali di kantor RTV yang berlokasi di kawasan Thamrin City, Jakarta. Rombongan ISI Yogyakarta diterima oleh Budi selaku perwakilan Corporate RTV bersama jajaran profesional perusahaan. Kegiatan pembukaan dipandu oleh dosen FSMR ISI Yogyakarta, Febfi Setyawati, S.Sn., M.Sn.
Koordinator Program Studi D4 Produksi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta, Andri Nur Patrio, M.Sn., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan RTV kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja industri penyiaran secara langsung.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai standar profesional, sistem kerja, serta dinamika produksi program televisi. Selain menjadi sarana pembelajaran, pertemuan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama antara institusi pendidikan dan industri media pada masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai profil RTV sebagai salah satu stasiun televisi nasional, berbagai program unggulan, pengembangan RTV Experience, serta produksi program berita.
Sejumlah profesional RTV turut berbagi pengalaman dan pengetahuan, di antaranya Anung Prabowo selaku Super Head RTV, Zaky Husein selaku Manager News RTV, dan Michael Tjandra selaku Pemimpin Redaksi RTV.
Pada sesi diskusi, Zaky Husein memberikan wawasan mengenai praktik jurnalistik, pengembangan jurnalisme warga (citizen journalism), serta pentingnya pengalaman lapangan dalam membangun kompetensi calon profesional media. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai rencana penyelenggaraan workshop jurnalistik RTV yang akan memberikan kesempatan kepada 10 karya mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia untuk ditayangkan di televisi dan masuk dalam talent pool RTV sebagai jalur pengembangan magang maupun karier.
Sementara itu, Michael Tjandra memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kreativitas, kemampuan teknis, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja profesional.
Untuk memperdalam pengalaman pembelajaran, mahasiswa mengikuti kegiatan secara bergantian dalam dua kelompok. Kelompok pertama melakukan peninjauan Studio 1 dan mengamati aktivitas produksi serta lingkungan kerja RTV. Kelompok lainnya mengikuti pembekalan teknis produksi televisi dan diskusi interaktif di Studio 3.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses kerja industri penyiaran berlangsung, mulai dari koordinasi tim, pengelolaan produksi, hingga penerapan keterampilan teknis dalam menghasilkan program televisi.
Setelah mengunjungi RTV, rombongan melanjutkan kegiatan ke Cretivox, perusahaan media kreatif yang mengembangkan konten digital dengan pendekatan komunikasi yang dekat dengan generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan ekosistem Creative Broadcasting Network (CBN), termasuk strategi pengembangan media yang menyasar audiens Generasi Z dan Milenial.
Pihak Cretivox menjelaskan perjalanan perkembangan perusahaan, karakter visual yang menjadi identitas kontennya, serta sistem kerja yang melibatkan sembilan departemen terintegrasi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam mendukung keberhasilan produksi dan distribusi konten digital.
Arbi selaku Creative Producer Cretivox memberikan pembekalan mengenai strategi kreatif dalam mengembangkan gagasan menjadi konten yang relevan dengan kebutuhan dan karakter audiens.
Materi yang disampaikan mencakup penyusunan content pillar, pengembangan konsep kreatif, hingga tahapan produksi yang meliputi praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai peran editor yang tidak hanya bertanggung jawab terhadap aspek teknis penyuntingan, tetapi turut menentukan kekuatan penceritaan audiovisual.
Pembelajaran tersebut memberikan perspektif mengenai perubahan pola konsumsi media dan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, platform digital, serta kebutuhan audiens.
Selain kunjungan industri, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi mengenai produksi film pada Rabu malam. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami proses kreatif, tantangan produksi, serta perkembangan industri perfilman nasional bersama praktisi dan dosen pendamping.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan praktik produksi audiovisual di kawasan Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Dalam praktik lapangan tersebut, mahasiswa menerapkan kemampuan pengambilan gambar, penyusunan cerita visual (visual storytelling), dan pengelolaan proses produksi di ruang publik. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan teknis, serta ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi produksi yang nyata.


Pengalaman tersebut mempertemukan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan tantangan profesional yang dihadapi industri audiovisual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori dan teknik produksi, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan persoalan selama proses penciptaan karya.
Kunjungan lapangan ini merupakan salah satu bentuk penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan Program Studi D4 Produksi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta.
Keterlibatan mahasiswa dalam observasi industri, diskusi bersama praktisi, dan produksi langsung menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan tersebut, ISI Yogyakarta terus mendorong keterhubungan antara pendidikan tinggi seni dan ekosistem industri kreatif. Sinergi akademik dan industri diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan profesional, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Kegiatan ini didampingi oleh jajaran dosen Program Studi D4 Produksi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta, yaitu Andri Nur Patrio, M.Sn.; Febfi Setyawati, S.Sn., M.Sn.; Riza Pahlevi, S.Tr.I.Kom., M.Sn.; I Wayan Nain Febri, S.Sn., M.Sn.; Zahrina Zatadini, S.Sn., M.A.; Arifa Khairianti, M.Sn.; Muhamad Ilham, S.Ds., M.Sn.; Diyah Verakandhi, M.Sn.; dan Beni Pusanding Tuah, S.P., M.Sn.
Melalui penguatan hubungan dengan mitra industri seperti RTV dan Cretivox, ISI Yogyakarta menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang berorientasi pada pengembangan kreativitas, penguasaan teknologi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang film, televisi, serta media digital.






