Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Torehkan Prestasi Internasional, Film Mahasiswa Raih Nest Award 2026 di San Sebastián

ISI Yogyakarta Torehkan Prestasi Internasional, Film Mahasiswa Raih Nest Award 2026 di San Sebastián

Yogyakarta, 30 September 2026 — Prestasi internasional kembali ditorehkan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Film pendek Dihapus dari Peta (Erased from the Map) karya Maarij Reka, mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, berhasil meraih Tabakalera Film and Audiovisual Laboratory–Nest Award 2026 dalam rangkaian 74th San Sebastián International Film Festival di Spanyol.

Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi oleh San Sebastián International Film Festival pada 25 September 2026. Dalam publikasi resmi Nest Awards 2026, Dihapus dari Peta tercatat sebagai karya asal Indonesia yang mewakili Film & Television Institute Art Indonesia Yogyakarta, dengan Maarij Reka sebagai sutradara.

Capaian tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap karya mahasiswa Indonesia sekaligus menunjukkan daya saing karya yang lahir dari lingkungan akademik ISI Yogyakarta di antara talenta muda dari berbagai sekolah film dunia.

Dihapus dari Peta merupakan film pendek berdurasi 17 menit yang ditulis dan disutradarai Maarij Reka. Film ini mengangkat kisah seorang pemuda yang menceritakan kepada seorang jurnalis tentang foto dan ingatan masa kecilnya di rumah serta desa yang akan segera berubah akibat pembangunan ibu kota baru. Bersama saudaranya, ia kembali mengunjungi ruang-ruang masa kecil, mengambil foto, dan merekonstruksi ingatan tentang tempat yang terus mengalami perubahan.

Film ini didukung oleh tim kreatif yang turut membangun kekuatan artistik dan sinematik karya, antara lain Yosef Bergas Rosarianto pada sinematografi, Rangga Aqeelanayya pada editing, Al Ridwan pada musik, serta Abimanyu Khatman Zakaria pada tata suara.

Melalui pendekatan sinematik tersebut, Dihapus dari Peta membawa persoalan mengenai ruang hidup, ingatan, keluarga, perubahan lanskap, dan pembangunan ke dalam percakapan yang lebih luas di tingkat internasional. Karya ini memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah realitas sosial Indonesia menjadi bahasa audiovisual yang relevan bagi penonton lintas budaya.

Keberhasilan Maarij Reka dan tim menjadi capaian penting bagi Program Studi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta. Penghargaan ini menunjukkan bagaimana proses pendidikan, eksplorasi artistik, dan kolaborasi kreatif di lingkungan perguruan tinggi dapat melahirkan karya yang memperoleh apresiasi internasional.

Pada Nest Awards 2026, selain menetapkan Dihapus dari Peta sebagai penerima Tabakalera Film and Audiovisual Laboratory–Nest Award, festival juga memberikan Special Mention kepada Ningú borda / Nobody Barks karya Júlia Coldwell Serra dari ESCAC, Spanyol.

Raihan Nest Award 2026 memperkuat rekam jejak internasional ISI Yogyakarta dalam pendidikan dan penciptaan seni. Kehadiran karya mahasiswa pada forum film internasional juga menjadi bagian dari upaya institusi memperluas jejaring global serta membawa perspektif, kreativitas, dan kebudayaan Indonesia ke ruang internasional.

Dokumentasi 74th San Sebastian Festival 

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply