Yogyakarta, 21 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menjadi ruang pertemuan musisi Indonesia dan mancanegara melalui penyelenggaraan Yogyakarta International Chamber Music Festival (YICMF) #12. Festival yang digelar Program Studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta tersebut akan berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Concert Hall ISI Yogyakarta.
YICMF #12 menghadirkan rangkaian konser musik kamar pada 7 dan 8 Oktober 2026 dengan open gate pukul 18.00 WIB. Selain pertunjukan, festival ini juga menghadirkan seminar pada 8 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB di lokasi yang sama. Perpaduan antara konser dan forum akademik menjadikan YICMF tidak hanya sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman musikal.
Tahun ini, YICMF mempertemukan musisi dengan latar negara dan kepakaran yang beragam, yakni Joost Flach (Belanda) – oboe, Riana Heath (Amerika Serikat) – violin, Nicole Jeong (Korea) – violin, Therese Wirakesuma (Amerika Serikat) – violin, Asep Hidayat (Indonesia) – Music Director & Cello, d’Java String Quartet (Indonesia), serta Jessica Cho (Malaysia) – Piano & Composer.
Kehadiran para musisi tersebut membuka ruang dialog musikal lintas tradisi, pengalaman, dan budaya. Dalam konteks pendidikan tinggi seni, perjumpaan semacam ini menjadi penting karena memungkinkan lingkungan kampus berinteraksi secara langsung dengan praktik artistik internasional sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang perkuliahan.
Penyelenggaraan YICMF #12 juga menunjukkan kesinambungan ISI Yogyakarta dalam membangun ekosistem musik kamar. Arsip kegiatan resmi Program Studi D4 Penyajian Musik mencatat YCMF #10 pada 2022 dan Yogyakarta International Chamber Music Festival #11 pada 2024, sebelum berlanjut pada penyelenggaraan edisi ke-12 tahun ini. Dokumentasi akademik ISI Yogyakarta bahkan telah mencatat keberadaan YICMF dalam kajian mengenai manajemen pertunjukan sejak 2015.
Keberlanjutan tersebut memberi YICMF arti lebih dari sekadar agenda konser. Festival menjadi bagian dari lingkungan akademik yang mempertemukan pendidikan, praktik profesional, penciptaan karya, penyajian musik, dan jejaring internasional dalam satu ruang. Model kegiatan seperti ini turut memperkuat posisi kampus seni sebagai tempat berlangsungnya produksi pengetahuan sekaligus praktik kesenian yang terbuka terhadap perkembangan global.
Hal tersebut sejalan dengan karakter Program Studi D4 Penyajian Musik ISI Yogyakarta. Laman resmi program studi menyebut D4 Penyajian Musik sebagai program vokasi musik pertama di Indonesia pada jenjang Diploma IV, dengan pembelajaran yang mencakup teori musik, praktik instrumen dan vokal, serta aplikasi teknologi dalam bidang penyajian musik. Aktivitas program studi juga secara konsisten mencatat konser, masterclass, workshop, hingga kegiatan dengan musisi internasional sebagai bagian dari ekosistem pembelajarannya.
Melalui YICMF #12, Concert Hall ISI Yogyakarta kembali ditempatkan sebagai ruang perjumpaan antara kampus, seniman profesional, komunitas musik, dan masyarakat. Keterlibatan musisi dari berbagai negara sekaligus memperluas peluang terbangunnya jejaring artistik dan akademik yang dapat mendukung pengembangan pendidikan musik serta kolaborasi pada masa mendatang.
Bagi mahasiswa, kesempatan menyaksikan secara langsung musisi dengan latar praktik dan pengalaman yang berbeda juga menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual. Sementara bagi masyarakat, festival ini membuka akses untuk menikmati musik kamar sekaligus mengenal lebih dekat dinamika pendidikan dan praktik seni yang berkembang di lingkungan ISI Yogyakarta.
YICMF sendiri telah menjadi bagian dari aktivitas musik yang berkembang di lingkungan ISI Yogyakarta selama bertahun-tahun. Catatan resmi ISI Yogyakarta pada penyelenggaraan festival musik kamar sebelumnya juga menunjukkan keterlibatan musisi profesional, dosen, dan mahasiswa melalui konser, masterclass, workshop, serta kegiatan pendukung lainnya.
Dengan menghadirkan musisi Indonesia dan internasional dalam satu forum artistik dan akademik, YICMF #12 menjadi salah satu bentuk nyata internasionalisasi pendidikan seni melalui aktivitas yang berakar pada praktik penciptaan dan pertunjukan. Festival ini sekaligus memperluas peran ISI Yogyakarta sebagai ruang bertemunya gagasan, talenta, serta praktik seni dari berbagai negara.
Program Studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta mengundang sivitas akademika, komunitas musik, pelajar, mahasiswa, seniman, serta masyarakat umum untuk menyaksikan rangkaian Yogyakarta International Chamber Music Festival #12 pada 7–8 Oktober 2026.
Informasi dan registrasi kegiatan dapat diakses melalui QR Code pada poster resmi YICMF #12 maupun tautan pada bio media sosial penyelenggara.






