Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Puput Meinis Narselina Bawa Perspektif Akademik ISI Yogyakarta dalam NYMO ke-6

Puput Meinis Narselina Bawa Perspektif Akademik ISI Yogyakarta dalam NYMO ke-6

Balikpapan, 21 September 2026 — Dosen Jurusan Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Puput Meinis Narselina, S.Sn., M.Sn., mengambil peran dalam pengembangan ekosistem pendidikan musik nasional melalui keterlibatannya sebagai juri pada ajang Nusantara Youth Music Olympic (NYMO) ke-6 yang diselenggarakan di Hotel Zurich Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 19–20 September 2026.

Kehadiran akademisi ISI Yogyakarta dalam kompetisi musik tingkat nasional tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi seni dalam memperluas peran pendidikan tinggi tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam pembinaan talenta muda dan penguatan kualitas seni musik di masyarakat.

Dalam NYMO ke-6 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Sarasvati, Puput Meinis Narselina bergabung dalam jajaran dewan juri bersama sejumlah tokoh musik Indonesia, antara lain komposer dan pianis Ananda Sukarlan, instruktur drum internasional Bambang Nurdianto, pelatih vokal nasional Lucia Dian Wulandari, serta pelatih vokal internasional Nicodemus Karyadi.

Sebagai dosen yang memiliki kompetensi di bidang Studi Instrumen Piano, Ensemble Piano, Teori Musik, Membaca Partitur, Kontrapung, Etika Profesi Musik, hingga Manajemen Pertunjukan Musik, Puput memberikan perspektif akademik dalam proses evaluasi para peserta. Keahlian tersebut memperkuat proses penilaian yang tidak hanya melihat aspek teknis permainan musik, tetapi juga memahami perkembangan musikal peserta secara lebih menyeluruh.

Partisipasi dosen ISI Yogyakarta dalam NYMO ke-6 menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik perguruan tinggi seni dengan praktik pembelajaran musik yang berkembang di masyarakat. Keterlibatan akademisi dalam ajang tersebut menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi seni dapat berperan aktif dalam mendampingi proses pertumbuhan generasi muda di bidang musik.

Principal Pusat Studi Sarasvati, Dr. Hendra Yanuardi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan akademisi ISI Yogyakarta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan praktisi profesional memberikan perspektif yang beragam bagi perkembangan talenta musik muda.

“Kompetisi tidak seharusnya hanya menghasilkan angka dan pemenang. Ia juga dapat menjadi ruang pertemuan antara peserta, pendidik, praktisi, dan akademisi. Dari sanalah anak-anak mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang proses belajar musik mereka,” ujar Hendra.

NYMO ke-6 tahun 2026 diikuti oleh 315 peserta dari berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah kategori, yaitu piano, solo drum, solo instrumen, dan solo vokal.

Dalam keterlibatannya sebagai juri, Puput turut mendukung penerapan Hayeway Assessment, sebuah pendekatan penilaian berbasis prinsip hermeneutika yang dikembangkan oleh Dr. Hendra Yanuardi. Pendekatan ini memandang pertunjukan musik sebagai pengalaman artistik yang memiliki konteks, proses belajar, dan perkembangan personal peserta, bukan sekadar hasil angka penilaian.

Pengalaman akademik Puput sebagai pengajar dan penguji di ISI Yogyakarta memperkaya proses dialog evaluasi bersama peserta, guru, dan orang tua. Hal tersebut sejalan dengan semangat NYMO ke-6 melalui kampanye #yourstageyourmoment, yang memberikan penghargaan terhadap setiap tahapan perjalanan musikal peserta.

Keterlibatan dosen Jurusan Musik ISI Yogyakarta dalam NYMO ke-6 menjadi bagian dari komitmen institusi untuk menghadirkan pendidikan seni yang berdampak luas. Melalui kontribusi akademisi di berbagai ruang seni dan budaya, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif membangun ekosistem kreatif nasional.

Interaksi langsung dengan ratusan peserta muda dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi akademisi ISI Yogyakarta untuk turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan musik sekaligus memperluas akses pembelajaran seni bagi masyarakat.

Melalui keterlibatan dalam berbagai forum nasional maupun internasional, ISI Yogyakarta terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan seni, budaya, dan kreativitas Indonesia.

Jurusan Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi musik di Indonesia yang berkomitmen melahirkan musisi, akademisi, dan praktisi seni profesional yang unggul, berbudaya, serta berkontribusi terhadap perkembangan seni pertunjukan di tingkat nasional maupun internasional.

Search
Kategori

Share this post