Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Apresiasi Prestasi dan Dedikasi Sivitas Akademika

ISI Yogyakarta Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Apresiasi Prestasi dan Dedikasi Sivitas Akademika

Yogyakarta, 17 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, dengan deretan capaian sivitas akademika yang memperlihatkan kuatnya ekosistem pendidikan dan prestasi di lingkungan perguruan tinggi seni tersebut. Penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi, dosen dan tenaga kependidikan, program studi dan koordinator program studi terbaik, penerima Satyalancana Karya Satya, serta Duta Baca dan Pemustaka Aktif ISI Yogyakarta.

Salah satu capaian paling menonjol datang dari mahasiswa ISI Yogyakarta pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Provinsi (PEKSIMIPROV) 2026. Mahasiswa ISI Yogyakarta berhasil meraih 10 gelar Juara I pada berbagai tangkai seni, mulai dari fotografi, desain poster, menyanyi dangdut, keroncong putra dan putri, komik strip, penulisan lakon, tari, lukis, hingga menyanyi seriosa.

Raihan tersebut menunjukkan keluasan kompetensi seni yang berkembang di ISI Yogyakarta. Prestasi tidak terkonsentrasi pada satu disiplin, tetapi tersebar pada seni pertunjukan, seni rupa, desain, fotografi, musik, dan penciptaan karya. Capaian lintas disiplin ini sekaligus memperlihatkan bagaimana proses pendidikan seni di ISI Yogyakarta hadir dalam beragam bentuk praktik dan mampu diuji melalui arena kompetisi.

Pada PEKSIMIPROV 2026, Pradipta Bima Sanjaya dari Program Studi Fotografi meraih Juara I Fotografi, Chika Yutha Cahyacetta dari Desain Komunikasi Visual menjadi Juara I Desain Poster, dan Lunar Antartika Binantari dari program studi yang sama meraih Juara I Komik Strip. Dari Seni Murni, Cruz Kyrie Pamangin memperoleh Juara I Lukis, sedangkan Unon Saraswati H. dari Teater menjadi Juara I Penulisan Lakon.

Prestasi kuat juga datang dari bidang seni pertunjukan. Reihan Yanuar Pamungkas dari Seni Karawitan meraih Juara I Menyanyi Dangdut Putra, Zagita Anugerah Gusti dari Musik menjadi Juara I Menyanyi Keroncong Putra, dan Ariella Amna Zahra dari Pendidikan Musik meraih Juara I Menyanyi Keroncong Putri. Damianus Wijayanto Manalu dari Penyajian Musik meraih Juara I Seriosa Putra.

Pada tangkai Tari, delapan mahasiswa ISI Yogyakarta yang terdiri atas Lutfan Rino Areza, Abimanyu Jalu Sasmito, Nabil Izza Leksono, Rizal Maulana, Rajawali Sakti A.N., Raihan Arfiansyah, Idopati Tanaya W.R., dan Ainur Rahman berhasil meraih Juara I kelompok.

Selain sepuluh gelar Juara I tersebut, mahasiswa ISI Yogyakarta juga mencatat Juara II Vokal Grup dan Seriosa Putri serta Juara III Menyanyi Pop Putri dan Penulisan Cerpen pada PEKSIMIPROV. Hasil ini menjadikan prestasi mahasiswa tidak hanya tersebar dalam jumlah tangkai yang luas, tetapi juga mencakup bentuk seni tradisi, seni modern, seni visual, sastra, hingga praktik penciptaan kontemporer.

Capaian mahasiswa ISI Yogyakarta pada 2026 juga menjangkau kompetisi tingkat nasional dan internasional. Revangga Atfa Putra Pradiva dari Pendidikan Musik meraih Juara I Sembada Fight Championship Yogyakarta 2026 tingkat internasional. Sementara itu, Marhabani Ryoichi Putra Yuhana dari Seni Murni meraih Juara II DIY Open 2 Karate International Championship 2026.

Pada tingkat nasional, sejumlah mahasiswa dari Seni Murni, Desain Mode Kriya Batik, Animasi, dan Desain Produk mencatat prestasi dalam Open Karate Championship Sunan Kalijaga Cup XIII 2026. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan mahasiswa ISI Yogyakarta berjalan tidak hanya melalui pencapaian artistik, tetapi juga melalui ruang pengembangan potensi dan kompetensi di luar disiplin akademiknya.

Mahasiswa Fotografi Agustianto Pratama Putra turut mencatat rangkaian prestasi nasional dalam satu tahun. Ia meraih Juara I ChE-Verse 2026, Best Idea FOSIL DIPOTION 2026, Juara I Gadjah Mada Tourism Fair 2026, Juara I Triaksara Art Fair 2026, serta Juara III Pentas Budaya UNS 2026.

Secara keseluruhan, daftar mahasiswa berprestasi ISI Yogyakarta 2026 memuat 49 mahasiswa dengan 31 catatan capaian kompetisi, baik individu maupun kelompok, pada tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Sebaran prestasi tersebut berasal dari beragam program studi, antara lain Musik, Pendidikan Musik, Penciptaan Musik, Penyajian Musik, Tari, Teater, Seni Karawitan, Seni Murni, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Desain Mode Kriya Batik, Animasi, dan Pendidikan Seni Pertunjukan.

Penguatan kualitas institusi juga tercermin melalui pemberian penghargaan kepada para pendidik. ISI Yogyakarta menetapkan sembilan dosen terbaik yang mewakili Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Seni Media Rekam. Mereka antara lain Dr. I Ketut Ardana, M.Sn.; Hana Permata Heldisari, S.Pd., M.Pd.; Dr. Koes Yuliadi, M.Hum.; Nanang Septian, M.Ds.; Dyah Retno Fitriani, S.Sn., M.Sn.; Mutia Nurdina, S.T., M.Sc.; Arif Sulistiyono, M.Sn.; Dr. Zulishih Maryani, S.S., M.A.; dan Pius Rino Pungkiawan, S.Sn., M.Sn.

Penghargaan juga diberikan kepada Program Studi Etnomusikologi, Desain Interior, Produksi Film dan Televisi, serta Program S3 Seni sebagai program studi terbaik. Sementara kategori koordinator program studi terbaik diberikan kepada Rahmat Raharjo, M.Sn. dari Penyajian Musik, Endro Tri Susanto, M.Sn. dari Desain Produk, dan Novan Jemmi Andrea, M.Sn. dari Fotografi. Sebanyak 12 tenaga kependidikan dari rektorat dan tiga fakultas juga memperoleh penghargaan sebagai tenaga kependidikan terbaik.

Pada kesempatan yang sama, sepuluh pegawai menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, terdiri atas tiga penerima Satyalancana Karya Satya XX dan tujuh penerima Satyalancana Karya Satya X. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap dedikasi dan masa pengabdian kepada negara dan institusi.

Budaya akademik juga mendapat perhatian melalui pemilihan Duta Baca dan Pemustaka Aktif UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta Tahun 2026. Salwa Alya Ramadhani dari Program Studi Desain Mode Kriya Batik ditetapkan sebagai Duta Baca, sedangkan Salih Alighlari Barsalino dari Kriya ditetapkan sebagai Pemustaka Aktif. Pemilihan keduanya didasarkan pada keaktifan dalam mengunjungi serta memanfaatkan koleksi dan layanan perpustakaan.

Karakter ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni turut hadir dalam penyelenggaraan upacara. Setelah rangkaian penghargaan, Saraswati Orkestra ISI Yogyakarta mempersembahkan karya-karya yang telah diaransemen oleh insan seni kampus, yakni Hari Merdeka aransemen Joko Suprayitno, S.Sn., M.Sn., Begenjoh aransemen Ari Sumarsono Blothong, S.Sn., M.Sn., serta Pancasila Rumah Kita aransemen Eki Satria, S.Sn., M.Sn.

Rangkaian prestasi mahasiswa, kualitas pendidik, penguatan program studi, dedikasi tenaga kependidikan, budaya literasi, hingga hadirnya praktik artistik dalam momentum kenegaraan memperlihatkan ekosistem pendidikan seni yang dibangun ISI Yogyakarta. Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi ISI Yogyakarta untuk terus memperluas kontribusinya dalam pendidikan, penciptaan, pengkajian, dan pengembangan seni di tingkat nasional maupun internasional.

Search
Kategori

Share this post