Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Ande-Ande Lumut dalam Wajah Baru, Karya Kolaborasi ISI Yogyakarta dan NAFA

Ande-Ande Lumut dalam Wajah Baru, Karya Kolaborasi ISI Yogyakarta dan NAFA

Yogyakarta, 20 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni berwawasan global melalui penyelenggaraan Learning Collaboration Showcase di Teater Arena, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta.

Pertunjukan tersebut menjadi puncak rangkaian Outbound International Program (OIP) 2026 yang mempertemukan mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta dengan delegasi Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan University of the Arts Singapore (UAS).

Melalui program ini, mahasiswa dari Indonesia dan Singapura berkolaborasi mengembangkan adaptasi kontemporer cerita rakyat Indonesia “Ande-Ande Lumut”. Karya tersebut dipresentasikan dengan memadukan kekuatan seni tradisi, kreativitas kontemporer, dan pendekatan artistik lintas budaya.

Proses penciptaan pertunjukan melibatkan empat program studi di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, yaitu Karawitan, Pedalangan, Tari, dan Teater. Kolaborasi lintas program studi tersebut menghadirkan perpaduan musik tradisional, seni gerak, dramaturgi, pemeranan, dan pengolahan visual pertunjukan dalam satu kesatuan karya panggung.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Dr. I Nyoman Cau Arsana, S.Sn., M.Hum., mengatakan bahwa kolaborasi internasional tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan artistik sekaligus kompetensi dalam bekerja bersama mitra dari latar budaya berbeda.

“Kolaborasi ini adalah laboratorium hidup bagi para mahasiswa. Melalui keterlibatan berbagai program studi, mahasiswa tidak hanya belajar teknis seni, tetapi juga bagaimana melakukan dialog budaya dan kolaborasi artistik di panggung internasional,” ujar I Nyoman Cau Arsana.

Sebelum menampilkan karya di atas panggung, mahasiswa ISI Yogyakarta bersama delegasi NAFA dan UAS mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan artistik secara intensif. Kegiatan tersebut mencakup lokakarya, placement test, eksplorasi materi seni lokal, pertukaran gagasan, serta latihan bersama.

Seluruh proses dirancang agar peserta tidak hanya menghasilkan pertunjukan, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam penciptaan karya lintas disiplin dan lintas negara. Teknik serta nilai-nilai seni tradisional Indonesia dipelajari dan dikembangkan bersama menggunakan pendekatan pertunjukan yang relevan dengan perkembangan seni kontemporer.

Pemilihan cerita “Ande-Ande Lumut” menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Cerita rakyat yang telah hidup di tengah masyarakat Indonesia itu diolah kembali melalui perspektif generasi muda dari dua negara. Proses ini menunjukkan bahwa kekayaan tradisi dapat terus dikembangkan menjadi sumber penciptaan karya baru tanpa kehilangan akar budayanya.

Kehadiran mahasiswa NAFA dan UAS juga memperluas ruang apresiasi terhadap seni pertunjukan Indonesia. Para peserta internasional memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari praktik seni lokal, sementara mahasiswa ISI Yogyakarta mendapatkan kesempatan memperluas perspektif, membangun jejaring, dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan akademik internasional.

Learning Collaboration Showcase sekaligus menegaskan kemampuan ISI Yogyakarta dalam mengelola program pembelajaran seni berbasis kolaborasi internasional. Infrastruktur akademik, kompetensi dosen, keragaman program studi, dan kekayaan praktik seni yang dimiliki ISI Yogyakarta menjadi modal penting dalam membangun kemitraan dengan institusi seni di berbagai negara.

Kolaborasi bersama NAFA dan UAS diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan pertunjukan, tetapi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang dalam bidang pendidikan, penciptaan seni, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian artistik, serta pengembangan forum pertunjukan bersama.

Melalui program tersebut, ISI Yogyakarta semakin meneguhkan posisinya sebagai pusat pendidikan, penciptaan, dan pengembangan seni yang mampu menjembatani kekayaan tradisi Indonesia dengan dinamika seni global.

Search
Kategori

Share this post

Leave a Reply

en_USEN