Kazan, Tatarstan, Rusia — Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., terlibat dalam forum internasional XVII International Economic Forum “Russia–Islamic World: KazanForum” 2026 yang diselenggarakan di Kazan Expo International Exhibition Center, Republik Tatarstan, Rusia.
Keterlibatan Rektor ISI Yogyakarta tersebut berlangsung dalam sesi budaya bertajuk “International Cultural Partnerships: from Educational Programs to Joint Creative Projects” pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 15.00–17.00 waktu setempat, bertempat di Kazan Expo IEC, Cluster A, Hall 10, lantai 2.
Sesi ini diselenggarakan oleh Kazan State Institute of Culture (KazGIK) dan menjadi ruang dialog bagi para pemimpin perguruan tinggi seni, pejabat kebudayaan, akademisi, serta perwakilan lembaga budaya dari berbagai negara. Forum tersebut membahas penguatan kemitraan budaya internasional, mulai dari pengembangan program pendidikan hingga peluang penciptaan proyek kreatif bersama lintas negara.
Dalam forum tersebut, Dr. Irwandi hadir sebagai salah satu pembicara bersama sejumlah tokoh internasional, antara lain perwakilan Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia, Rektor Kazan State Institute of Culture, serta pimpinan dan akademisi dari institusi seni dan kebudayaan di Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Niger, Senegal, dan Nigeria.
Kehadiran Rektor ISI Yogyakarta dalam forum ini menjadi momentum penting bagi penguatan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni Indonesia yang aktif dalam jejaring akademik dan kebudayaan global. Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan peran strategis ISI Yogyakarta dalam memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan seni, pertukaran akademik, riset budaya, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan proyek kreatif lintas negara.
Sesi “International Cultural Partnerships” secara khusus menyoroti pentingnya kerja sama budaya antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam, Federasi Rusia, dan Republik Tatarstan. Pembahasan diarahkan pada penciptaan ruang kolaborasi yang mampu memperkuat hubungan antarbangsa melalui pendidikan, kebudayaan, kerja sama humaniora, dan proyek kreatif bersama.
Forum ini juga menempatkan teknologi digital sebagai salah satu perhatian penting dalam pengembangan kemitraan budaya. Pemanfaatan platform digital dan teknologi daring dinilai dapat memperluas akses terhadap sumber daya budaya, memperkuat dialog antarbudaya, serta membuka peluang baru bagi penyebaran pengetahuan, karya seni, dan praktik kreatif lintas negara.
Bagi ISI Yogyakarta, keterlibatan dalam KazanForum 2026 memiliki nilai strategis. Sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki kekuatan pada bidang seni pertunjukan, seni rupa dan desain, seni media rekam, serta kajian budaya, ISI Yogyakarta dapat berperan dalam memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia ke tingkat global. Di sisi lain, forum ini juga membuka peluang bagi ISI Yogyakarta untuk membangun kolaborasi akademik dan kreatif dengan institusi seni dari Rusia, Asia Tengah, Afrika, dan negara-negara dunia Islam.
Keterlibatan Dr. Irwandi dalam forum internasional tersebut juga mempertegas peran perguruan tinggi seni dalam diplomasi budaya. Seni tidak hanya dipandang sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai medium dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan hubungan antarbangsa. Melalui jalur pendidikan seni dan proyek kreatif bersama, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membangun kepercayaan, pemahaman lintas budaya, dan kerja sama yang berkelanjutan.
KazanForum 2026 sendiri merupakan forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, teknologi, investasi, industri halal, diplomasi, dan kerja sama internasional. Dalam konteks tersebut, partisipasi ISI Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperluas peran Indonesia, khususnya di bidang seni dan kebudayaan, dalam percakapan global mengenai masa depan kerja sama internasional.
Melalui keikutsertaan ini, ISI Yogyakarta tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi seni, tetapi juga sebagai representasi kekuatan budaya Indonesia yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam jejaring kerja sama internasional. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang tindak lanjut berupa kerja sama akademik, pertukaran seniman dan akademisi, pengembangan program bersama, serta produksi karya kreatif lintas negara yang membawa nilai kebudayaan Indonesia ke panggung dunia.






