Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Hadirkan “Rising Veil”, Konser PopJazz yang Menyatukan Ruang Akademik dan Spektakel Artistik

ISI Yogyakarta Hadirkan “Rising Veil”, Konser PopJazz yang Menyatukan Ruang Akademik dan Spektakel Artistik

Yogyakarta, 9 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menghadirkan ruang pembelajaran berbasis praktik melalui konser hasil pembelajaran bertajuk “Rising Veil”. Konser ini dipersembahkan oleh Kelas Orkestra I dan III Penyajian Musik PopJazz dan akan digelar pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 18.30 WIB, di Auditorium Musik ISI Yogyakarta.

Mengusung gagasan perjalanan musikal yang dimulai dengan tenang, lalu berkembang menuju puncak ekspresi yang penuh dan terbuka, “Rising Veil” menjadi representasi proses artistik mahasiswa dalam mengolah kemampuan musikal, kerja ansambel, kepekaan interpretasi, serta disiplin pertunjukan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang presentasi akademik, tetapi juga ruang perjumpaan antara kampus, karya, dan publik.

Konser ini menampilkan hasil pembelajaran mahasiswa dalam format orkestra dengan pendekatan musik PopJazz. Melalui karya-karya dari sejumlah komponis dan musisi seperti Singgih Sanjaya, Christ Kayhatu, Candra Darusman, Joseph Kosma, Michael E, Eden Ahbez, Marcos Valle, dan Earl Klugh, mahasiswa diajak memahami kekayaan idiom musikal lintas gaya, mulai dari warna orkestral, harmoni populer, jazz, hingga ekspresi musikal modern.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa konser hasil pembelajaran seperti ini menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan seni yang tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui pengalaman artistik yang nyata.

“ISI Yogyakarta terus mendorong proses pendidikan seni yang dekat dengan praktik, penciptaan, dan presentasi karya. Melalui konser seperti ‘Rising Veil’, mahasiswa tidak hanya belajar memainkan musik, tetapi juga memahami kerja kolektif, disiplin artistik, dan tanggung jawab untuk menghadirkan karya yang dapat diapresiasi masyarakat,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan proses kreatif, ruang ekspresi, serta karya akademik yang relevan dengan perkembangan dunia seni pertunjukan.

Konser “Rising Veil” terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis. Kehadiran publik diharapkan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya-karya musik yang lahir dari lingkungan akademik ISI Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan tinggi seni yang aktif membangun ekosistem kreatif, menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman panggung, serta memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan seni musik di Indonesia.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID