Yogyakarta, 10 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi seni terkemuka melalui penyelenggaraan Workshop Series pada 22–24 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari bidang Seni Rupa dan Desain, Seni Pertunjukan, serta Seni Media Rekam untuk membahas praktik artistik melalui pendekatan interdisipliner.
Workshop Series ini terbuka bagi mahasiswa, praktisi, seniman, serta masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan mengenai proses kreatif, konteks budaya, dan cara membaca karya seni sebagai refleksi kritis atas realitas sosial maupun artistik. Selama tiga hari, peserta akan diajak mengikuti diskusi dan praktik bersama para narasumber yang memiliki pengalaman kuat di bidangnya masing-masing.
Pada hari pertama, 22 Juni 2026, kegiatan akan berfokus pada bidang Seni Rupa dan Desain. Suwarno Wisetrotomo akan membawakan materi “If Artworks Could Speak: Critique in Art and Cultural Discourse” di Gedung Ajiyasa FSRD ISI Yogyakarta. Pada sesi lain, Nurohmad akan membahas “Ecological Practice and Cultural Context” di Ruang Audio Visual Kriya FSRD.
Hari kedua, 23 Juni 2026, Workshop Series berlanjut di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan. Ramanta Alkaro Sinulingga akan membawakan topik “Music is a Language: Reading Signs and Meanings in Sound” di Auditorium Musik. Sementara itu, Abdi Karya akan mengulas “Performative Tradition: Re-reading Cultural Ritual as Contemporary Art” di Stage Program Studi Teater Musikal.
Pada hari ketiga, 24 Juni 2026, kegiatan dipusatkan pada bidang Seni Media Rekam. Juang Manyala akan membagikan pengalaman kreatif melalui materi “From Scene to Score: The Creative Process of a Film Composer” di Ruang Kelas PFT lantai 3 FSMR. Wahyudin akan membahas “Visual Recording as an Ethnographic Medium in Indonesian Culture” di Gedung Audio Visual FSMR.



Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan seni yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kemampuan membaca tanda, memahami konteks budaya, membangun kesadaran ekologis, serta menempatkan seni sebagai medium refleksi sosial. Pendekatan lintas disiplin ini menjadi penting dalam membekali generasi seniman, akademisi, dan praktisi seni agar mampu menjawab tantangan zaman.
Setiap workshop dibatasi untuk 20 peserta, dan peserta hanya dapat memilih satu workshop per hari. Pendaftaran dibuka secara gratis melalui pemindaian QR Code pada poster kegiatan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Riki melalui nomor +62 878-4904-8544.
Penyelenggaraan Workshop Series ini sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai ruang akademik, kreatif, dan kultural yang terus mendorong lahirnya gagasan seni yang kritis, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.








