Yogyakarta, 7 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui ekosistem seni kriya kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif mendorong pengembangan tradisi, inovasi, dan wacana seni kontemporer. Hal tersebut tampak dalam pameran kriya kontemporer bertajuk “Metal in Flux: Crafting Tradition and Innovation” yang berlangsung pada 9 Mei–9 Juni 2026 di Omah Budoyo, Jl. Karangkajen No. 793, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta.
Pameran ini menghadirkan lima seniman logam, yaitu Alvi Lufiani, Budi Hartono, Dhyani W. Hendranto, Timbul Raharjo, dan Titiana Irawani. Melalui karya-karya yang ditampilkan, logam tidak lagi diposisikan semata sebagai material keras, beku, dan dekoratif, tetapi sebagai medium ekspresi yang lentur, hidup, dan mampu merespons berbagai persoalan kebudayaan, ekologi, ingatan, hingga pengalaman psikologis manusia modern.
Dengan mengusung tema Crafting Tradition and Innovation, pameran ini memperlihatkan bagaimana kriya logam dapat bergerak melampaui batas ornamen. Para seniman mengolah logam sebagai bahasa artistik untuk membaca ulang tradisi, mengembangkan pendekatan material, serta menawarkan cara pandang baru terhadap hubungan manusia, benda, dan lingkungan.
Kehadiran pameran ini menjadi bagian penting dari kontribusi ISI Yogyakarta dalam memperkuat posisi seni kriya sebagai bidang keilmuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta terus mendorong ruang perjumpaan antara praktik artistik, riset material, pewarisan tradisi, dan inovasi bentuk. Pameran ini sekaligus menjadi bukti bahwa kriya tidak hanya berfungsi sebagai produk keterampilan, tetapi juga sebagai medan penciptaan gagasan, kritik, dan refleksi budaya.
Pameran “Metal in Flux” dikuratori oleh Sudjud Dartanto dan dibuka oleh Garin Nugroho. Pembukaan pameran dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, dengan Suwarno Wisetrotomo sebagai host. Acara pembukaan juga dimeriahkan oleh penampilan spesial Paranoise Activity: Nanang Garuda and Friends.
Secara khusus, pameran ini juga diselenggarakan untuk membersamai momen purnatugas Dra. Titiana Irawani, M.Sn., dosen Jurusan/Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta. Kehadiran momentum tersebut memberi makna tersendiri, karena pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga penghormatan atas dedikasi akademik dan artistik dalam pengembangan kriya di ISI Yogyakarta.
Masa pameran berlangsung hingga 9 Juni 2026 dan terbuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu pukul 10.00–18.00 WIB. Melalui pameran ini, masyarakat diajak melihat bagaimana logam bermetamorfosis menjadi medium yang mampu menyuarakan ketahanan budaya, daya cipta, serta kekuatan inovasi seni kriya Indonesia.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Luna di +62 822 2009 3120.






