YOGYAKARTA – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penciptaan karya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui implementasi Program MBKM Kampus Berdampak Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Melalui Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), program ini menghadirkan model pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi, industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.
Program yang berlangsung pada Februari hingga Mei 2026 tersebut dilaksanakan melalui kemitraan strategis dengan Royal Ambarrukmo Hotel, SMKN 1 Kasihan Bantul, dan Grand Hotel de Djokja. Kegiatan yang dikonversikan setara 20 SKS ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi seni karawitan secara langsung dalam konteks pendidikan, industri kreatif, dan pelestarian budaya.
Ketua Jurusan Karawitan FSP ISI Yogyakarta, Dr. Sn. Asep Saepudin, S.Sn., M.A., menjelaskan bahwa Program MBKM Kampus Berdampak merupakan bagian dari transformasi pendidikan seni yang menempatkan mahasiswa sebagai agen budaya sekaligus penggerak perubahan sosial.


“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga mengasah kemampuan profesional, pedagogik, dan sosial di tengah masyarakat. Yang lebih penting, mereka menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa melalui praktik nyata yang berdampak,” ujarnya.
Selama program berlangsung, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas yang mempertemukan seni tradisi dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi edukatif melalui transfer pengetahuan karawitan, tetapi juga berperan aktif dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya Jawa kepada publik yang lebih luas. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi lulusan yang adaptif, profesional, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Keberhasilan program ini mendapat apresiasi dari para mitra. General Manager Royal Ambarrukmo Hotel I Gede Sujana, Human Resources Manager Ignatius Herditanto, Kepala SMKN 1 Kasihan Bantul Agus Suranto, S.Pd., M.Sn., serta General Manager Grand Hotel de Djokja Andreas Kahl menyampaikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa selama menjalani program. Mereka menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam membangun pembelajaran yang relevan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bagaimana seni tradisi dapat hadir secara kontekstual dalam berbagai ruang publik. Di Royal Ambarrukmo Hotel, misalnya, Program MBKM Kampus Berdampak berjalan beriringan dengan Praktik Kerja Mandiri (PKM) yang diikuti 10 mahasiswa Jurusan Karawitan. Sinergi kedua program tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan artistik dan profesional dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa MBKM dan PKM Jurusan Karawitan FSP ISI Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pelestarian Budaya Adat Jawa Gaya Yogyakarta di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo Hotel pada 8 Juni 2026. Workshop tersebut menghadirkan berbagai ekspresi budaya Jawa, mulai dari pertunjukan Tari Nawung Sekar hingga sajian Uyon-uyon, yang mendapat sambutan hangat dari tamu undangan dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi seni memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam ruang publik, seni tidak hanya diposisikan sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan, diplomasi budaya, dan pembangunan karakter bangsa.


Pelaksanaan program didukung oleh Bidang Kerja Sama Jurusan Karawitan yang dikelola oleh Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar, M.Sn., dengan pendampingan dosen Dr. Bayu Wijayanto, M.Sn., Suhardjono, M.Sn., dan Anon Suneko, M.Sn. Kehadiran para dosen pembimbing memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran berlangsung secara terarah dan menghasilkan capaian yang optimal bagi mahasiswa maupun mitra.
Melalui Program MBKM Kampus Berdampak, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia. Kolaborasi antara kampus, dunia pendidikan, industri, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan seni yang relevan, inovatif, dan berdampak luas bagi pembangunan kebudayaan nasional.






