Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta dan BNNP DIY Dorong Terapi Seni sebagai Pendekatan Humanis Rehabilitasi Narkotika

ISI Yogyakarta dan BNNP DIY Dorong Terapi Seni sebagai Pendekatan Humanis Rehabilitasi Narkotika

YOGYAKARTA — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan audiensi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY), Senin, 15 Juni 2026. Audiensi ini membahas optimalisasi layanan rehabilitasi melalui terapi seni sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pendekatan pemulihan yang lebih humanis, kreatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan audiensi tersebut dihadiri oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., jajaran pimpinan ISI Yogyakarta, serta Kepala BNNP DIY, Kombes Pol. Faried Zulkarnaen, S.I.K., bersama jajaran BNNP DIY. Pertemuan ini menjadi ruang penguatan sinergi antara perguruan tinggi seni dan lembaga negara dalam mendukung penanganan persoalan narkotika, khususnya pada aspek rehabilitasi.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa ISI Yogyakarta siap mengambil peran aktif dalam mendukung layanan rehabilitasi melalui pendekatan seni. Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk membuka ruang ekspresi, membangun kesadaran diri, serta mendukung proses pemulihan secara lebih menyentuh sisi kemanusiaan.

“ISI Yogyakarta siap berkontribusi bagi terciptanya layanan rehabilitasi yang optimal dan siap berkolaborasi demi generasi yang lebih baik,” ujar Rektor ISI Yogyakarta.

Ia menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi seni tidak hanya terbatas pada pendidikan dan penciptaan karya, tetapi juga dapat diperluas dalam kerja-kerja sosial, kemanusiaan, dan pemulihan masyarakat. Melalui terapi seni, ISI Yogyakarta dapat menghadirkan pendekatan berbasis kreativitas yang relevan untuk memperkuat layanan rehabilitasi.

Sementara itu, Kepala BNNP DIY, Kombes Pol. Faried Zulkarnaen, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya memerangi narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, persoalan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi, komunitas, keluarga, dan masyarakat luas.

“Memerangi narkoba menjadi tugas kita semua,” ujar Kombes Pol. Faried Zulkarnaen.

BNNP DIY menilai pendekatan terapi seni memiliki potensi penting dalam mendukung proses rehabilitasi. Seni dapat menjadi media pemulihan yang membantu peserta rehabilitasi mengekspresikan pengalaman, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta menemukan kembali arah hidup yang lebih positif.

Kerja sama antara BNNP DIY dan ISI Yogyakarta telah berlangsung lama dan dinilai perlu terus diperkuat agar mampu memberikan dampak yang lebih optimal. Melalui audiensi ini, kedua lembaga menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam mengembangkan bentuk-bentuk rehabilitasi yang adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Optimalisasi layanan rehabilitasi melalui terapi seni juga sejalan dengan peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan seniman dan akademisi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan sosial. Seni diposisikan sebagai medium transformasi, pemulihan, dan penguatan nilai kemanusiaan.

Melalui kolaborasi ini, ISI Yogyakarta dan BNNP DIY berharap layanan rehabilitasi dapat semakin kuat, inklusif, dan berdampak. Sinergi antara dunia seni dan layanan rehabilitasi diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya model pemulihan yang lebih manusiawi, sekaligus menjadi kontribusi bersama dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID