Yogyakarta, 29 Juli 2026 — Lima mahasiswa Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia Yogyakarta dinyatakan lolos Seleksi Asesmen Program Magang Berdampak Batch 7 Tahun 2026. Mereka akan menjalani program magang selama satu semester di Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kelima mahasiswa yang berhasil melewati tahapan pelatihan dan wawancara tersebut adalah Aditya Reza Bahari dari Program Studi PFT, Bachtiar Ma’Arif dari Program Studi Fotografi, Fauzan Al Anshari dari Program Studi FTV, Mufidah Weny Septiana dari Program Studi Fotografi, serta Nicholas Gaharu Satrio dari Program Studi PFT.
Program Magang Berdampak akan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026. Selama periode tersebut, para mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman kerja yang dikonversi menjadi 20 satuan kredit semester atau SKS.
Di Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai proses komunikasi publik, termasuk pengembangan dan produksi konten informasi yang berkaitan dengan program kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan fotografi, produksi audiovisual, pengelolaan media, dan penyampaian pesan kreatif dalam lingkungan kerja profesional.
Keterlibatan mahasiswa FSMR dalam program ini menunjukkan bahwa kompetensi seni media rekam memiliki peran strategis dalam mendukung komunikasi publik pemerintah. Kemampuan mengolah informasi menjadi karya visual dan audiovisual yang komunikatif dibutuhkan agar pesan-pesan pelayanan publik dapat diterima masyarakat secara lebih jelas, menarik, dan efektif.
Program tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan pembelajaran di ISI Yogyakarta yang menghubungkan pengetahuan akademik, praktik penciptaan, dan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengalaman langsung di institusi pemerintah, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga mempelajari tata kelola organisasi, kerja kolaboratif, etika profesi, serta tanggung jawab dalam memproduksi informasi untuk masyarakat.
Keberhasilan lima mahasiswa ini menegaskan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang mampu mempersiapkan mahasiswa untuk berkarya di berbagai sektor. Lulusan pendidikan seni tidak hanya diarahkan berkiprah dalam ekosistem industri kreatif, tetapi juga dapat memberikan kontribusi pada sektor pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sosial.
Selama mengikuti program, para mahasiswa diharapkan mampu memperluas jejaring profesional, meningkatkan kemampuan adaptasi, dan menghasilkan karya komunikasi publik yang berdampak. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia industri dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Partisipasi mahasiswa FSMR dalam Program Magang Berdampak Batch 7 menjadi salah satu bentuk komitmen ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan seni yang relevan, kolaboratif, dan berorientasi pada kontribusi nyata. Melalui sinergi dengan Kementerian Kesehatan RI, ISI Yogyakarta terus memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus memperkuat peran seni dan kreativitas dalam mendukung pembangunan nasional.






