Yogyakarta, 25 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni berjejaring internasional melalui penyelenggaraan Artist Residency Workshop Series bertajuk “Merawat Tradisi, Membuka Ruang: Menuju Panggung Internasional”. Program kolaborasi Indonesia–Australia tersebut berlangsung pada 27–31 Juli 2026 di Teater Arena, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta dengan Project Eleven. Kolaborasi tersebut menghadirkan ruang pembelajaran lintas negara bagi seniman dan peserta untuk mengembangkan praktik artistik yang berakar pada tradisi sekaligus memiliki daya jangkau internasional.
Artist Residency Workshop Series menghadirkan tiga praktisi seni dengan pengalaman di bidang penciptaan, produksi, penelitian, dan pengembangan ekosistem seni. Mereka adalah Dewi Bukit, fotografer, seniman, pelatih, peneliti, sekaligus Direktur Project Eleven Indonesia; John-Cheong Holdaway, musisi, produser kreatif, dan pemimpin seni asal Australia; serta Abdi Karya, seniman pertunjukan, peneliti, programmer budaya, dan Managing Director Prolog Ecosystem.
Selama lima hari, para peserta akan memperoleh wawasan mengenai pengembangan praktik artistik, pengelolaan gagasan kreatif, perluasan jejaring, serta strategi membawa kekayaan tradisi ke dalam ruang kolaborasi dan panggung internasional. Program ini menempatkan tradisi tidak hanya sebagai warisan yang perlu dijaga, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan modal kreatif dalam membangun karya yang relevan dengan perkembangan seni kontemporer dunia.
Kolaborasi bersama praktisi Indonesia dan Australia tersebut menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan seni yang terbuka, adaptif, dan terhubung dengan dinamika global. Pertemuan lintas budaya di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta sekaligus membuka peluang lahirnya jaringan dan kerja sama artistik yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan program residensi ini juga menegaskan posisi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta sebagai ruang produksi pengetahuan, penciptaan karya, dan pertukaran gagasan seni tingkat internasional. Melalui pengalaman belajar langsung bersama para praktisi, peserta didorong untuk mengenali kekuatan identitas budaya serta mengembangkannya menjadi praktik artistik yang mampu berkomunikasi dengan masyarakat dunia.
Program berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Masyarakat, mahasiswa, dan pelaku seni yang ingin mengikuti kegiatan dapat melakukan pendaftaran melalui formulir daring pada tautan https://forms.gle/AvJEyrAtinzyrqgg8. Kuota peserta terbatas.
Melalui Artist Residency Workshop Series, ISI Yogyakarta terus memperluas ruang kolaborasi internasional sekaligus mempertegas bahwa tradisi dapat menjadi fondasi penting bagi seniman Indonesia untuk tumbuh, berjejaring, dan mengambil peran di panggung seni dunia.





