Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta dan FGI Perkuat Sinergi Seni Gerak, Kreativitas, dan Pengembangan Gimnastik Nasional

ISI Yogyakarta dan FGI Perkuat Sinergi Seni Gerak, Kreativitas, dan Pengembangan Gimnastik Nasional

YOGYAKARTA — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima audiensi dari Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) di Ruang Rapat 1 Rektorat ISI Yogyakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk menjajaki penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi seni dan organisasi olahraga nasional, khususnya dalam pengembangan seni gerak, kreativitas tubuh, performativitas, serta ekosistem gimnastik yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FSRD, Lutse Lambert Daniel Morin, M.Sn.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FSP, Ayub Prasetiyo, M.Sn.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FSMR, Antonius Janu Haryono, S.Sn., M.Sn.

Sementara itu, dari Federasi Gimnastik Indonesia hadir Profesor Tatsuo Araki selaku President Gymnastic for All Asia; Ita Yuliati selaku Ketua Umum FGI; Sri Sundari selaku Sekretaris Jenderal FGI; serta Ida Purwantini selaku Wakil Bendahara Umum FGI. Kehadiran jajaran FGI ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk membuka ruang kerja sama lintas bidang antara dunia seni, pendidikan, dan pengembangan gimnastik.

Melalui pertemuan ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berperan dalam pendidikan, penciptaan, dan pelestarian seni, tetapi juga aktif membuka ruang kolaborasi lintas disiplin. Gimnastik dipandang memiliki irisan kuat dengan disiplin seni, terutama dalam pengolahan tubuh, koreografi, ekspresi visual, tata artistik, musik, kostum, dokumentasi media, hingga penyajian pertunjukan.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa ISI Yogyakarta terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai lembaga yang memiliki visi pengembangan kreativitas, karakter, dan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk memperkaya pendekatan dalam berbagai bidang, termasuk olahraga dan pengembangan potensi generasi muda.

“ISI Yogyakarta memiliki ekosistem akademik dan kreatif yang kuat dalam bidang seni pertunjukan, seni rupa dan desain, serta seni media rekam. Potensi ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang produktif dengan FGI, terutama dalam pengembangan seni gerak, presentasi visual, dan penguatan nilai estetika dalam kegiatan gimnastik,” ujar Dr. Irwandi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M., menambahkan bahwa audiensi ini menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta memperluas jejaring kerja sama yang berdampak. Kolaborasi dengan FGI dinilai dapat membuka peluang kegiatan bersama, baik dalam bentuk pelatihan, pertunjukan, pendampingan kreatif, penguatan event, maupun program yang melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika.

Pertemuan ini juga menunjukkan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Dengan kekuatan tiga fakultas, yakni Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta memiliki kapasitas untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan program lintas disiplin.

Sinergi antara ISI Yogyakarta dan FGI diharapkan dapat melahirkan ruang kolaborasi baru yang menghubungkan seni, olahraga, pendidikan karakter, kreativitas, dan diplomasi budaya. Melalui kolaborasi tersebut, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai kampus seni berdampak yang mampu berkontribusi bagi pengembangan masyarakat, bangsa, dan ekosistem kreatif nasional.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID