Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta Tegaskan Peran Seni dalam Era Artificial Intelligence

Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta Tegaskan Peran Seni dalam Era Artificial Intelligence

Yogyakarta, 22 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian Dies Natalis ke-42 dengan tema “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence.” Tema ini menjadi penegasan komitmen ISI Yogyakarta dalam membaca perubahan zaman, terutama hadirnya kecerdasan buatan yang turut memengaruhi praktik seni, pendidikan, kreativitas, kebudayaan, dan kehidupan manusia.

Rangkaian Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan akademik, artistik, dan kolaboratif. Kegiatan tersebut meliputi Festival Film Dokumenter Musik, konser musik, Sidang Senat Terbuka, jalan sehat, seminar nasional, pameran seni rupa dan desain, simposium internasional, workshop teknologi dan seni media, kuliah umum, festival teater, hingga pementasan karya.

Puncak akademik Dies Natalis ditandai dengan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ISI Yogyakarta ke-42 yang diselenggarakan pada 3 Juni 2026 di Concert Hall ISI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi ISI Yogyakarta untuk meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan tinggi seni yang tidak hanya menjaga tradisi dan nilai-nilai kebudayaan, tetapi juga aktif merespons perkembangan teknologi, industri kreatif, dan tantangan global.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian Dies Natalis adalah Seminar Nasional bertajuk “Dialektika Seni dan Artificial Intelligence dalam Rekonstruksi Nilai Estetika” pada 17 Juni 2026. Seminar ini menghadirkan pembahasan mengenai hubungan antara seni, kecerdasan buatan, dan perubahan cara manusia memaknai estetika. Kehadiran forum ini menunjukkan bahwa ISI Yogyakarta terus mendorong wacana kritis tentang posisi seni dalam perkembangan teknologi mutakhir.

Selain itu, sejumlah kegiatan internasional turut memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terbuka terhadap kolaborasi global. Beberapa di antaranya adalah Residensi Australia Art Orchestra & Simposium Internasional Project Eleven, Arcadesa – International Symposium Art Diplomacy: Creative Collaboration for Global Humanity, serta International Djogja Earthsound Fest 2026: Sacred Sounds Shared Earth. Agenda-agenda ini memperlihatkan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya berperan dalam lingkup nasional, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan seni, diplomasi budaya, dan kolaborasi lintas negara.

Di bidang seni rupa dan desain, ISI Yogyakarta menghadirkan Pameran Seni Rupa dan Desain Dies Natalis ke-42 “Post Machine Algorithm: Resonansi Rasa dalam Jejaring Biner” pada 20–26 Juni 2026. Pameran ini menjadi ruang eksplorasi artistik terhadap relasi antara manusia, teknologi, algoritma, dan rasa sebagai kekuatan khas dalam penciptaan seni. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kemampuan sivitas akademika ISI Yogyakarta dalam mengolah isu kontemporer menjadi praktik kreatif yang relevan.

Rangkaian Dies Natalis juga memberi ruang besar bagi penguatan seni pertunjukan, seni media rekam, dan praktik lintas disiplin. Agenda seperti Layar Nada: Festival Film Dokumenter Musik, Screening Film, Video, dan Animasi Fakultas Seni Media Rekam, Layar Tancap Fakultas Seni Media Rekam, Konser Musik “Sonus Moventes: Estetika Nomadik”, serta Pentas Akbar dan Pasar Rakyat menunjukkan luasnya spektrum keilmuan dan kreativitas yang berkembang di ISI Yogyakarta.

Melalui penyelenggaraan Dies Natalis ke-42 ini, ISI Yogyakarta menegaskan diri sebagai perguruan tinggi seni yang terus bergerak maju. Seni tidak hanya diposisikan sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai kekuatan pengetahuan, kemanusiaan, diplomasi budaya, inovasi, dan kontribusi sosial di tengah perubahan era digital.

Dengan tema besar yang relevan dengan perkembangan zaman, serta agenda yang melibatkan berbagai bidang seni, akademisi, seniman, mahasiswa, mitra nasional, dan jejaring internasional, Dies Natalis ke-42 menjadi bukti bahwa ISI Yogyakarta terus memperkuat branding kelembagaan sebagai kampus seni unggulan yang mampu menjaga akar budaya, mengembangkan kreativitas, dan merumuskan masa depan seni di era Artificial Intelligence.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID