Yogyakarta — Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta terus memperkuat kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu inovasi layanan yang kini dihadirkan adalah Sistem Peminjaman Alat Online untuk perlengkapan di Gedung Kuliah Umum. Sistem ini dirancang untuk mempermudah mahasiswa dalam mengecek ketersediaan alat, mengajukan peminjaman, serta mengikuti proses verifikasi dan persetujuan secara lebih praktis.
Kehadiran sistem ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan peminjaman alat di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Gagasan tersebut dikembangkan melalui rancangan aktualisasi berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Peminjaman Alat melalui Pengembangan Sistem Informasi Ketersediaan Alat Berbasis Digital yang Terintegrasi dengan Alur Persetujuan di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.”
Rancangan aktualisasi ini disusun oleh Ecy Dwiasta Rosella, A.Md., Pranata Laboratorium Pendidikan Terampil, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Rancangan tersebut telah diseminarkan dalam Seminar Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 2 Tahun 2026 pada Jumat, 24 April 2026, pukul 10.15–11.00 WIB, bertempat di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri III. Dalam kegiatan tersebut, Ecy Dwiasta Rosella tercatat sebagai peserta Angkatan 2/Kelompok 1 dengan nomor presensi 4.
Bagi kampus seni, alat bukan sekadar fasilitas pendukung. Ia merupakan bagian penting dari proses belajar, latihan, produksi karya, presentasi, hingga pementasan. Di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan, kegiatan akademik dan kemahasiswaan kerap membutuhkan dukungan perlengkapan yang terencana dan tersedia tepat waktu. Karena itu, tata kelola peminjaman alat menjadi aspek penting dalam memastikan aktivitas mahasiswa dapat berjalan lancar.
Melalui sistem online ini, mahasiswa tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada proses manual untuk mengetahui apakah sebuah alat sedang tersedia atau telah digunakan oleh kegiatan lain. Sebelum mengajukan peminjaman, mahasiswa diwajibkan terlebih dahulu mengecek ketersediaan alat melalui kalender yang tersedia dalam sistem. Langkah ini menjadi penting agar setiap pengajuan dilakukan berdasarkan informasi yang jelas dan mengurangi potensi benturan jadwal penggunaan.
Alur peminjaman dirancang sederhana dan mudah diikuti. Pertama, mahasiswa mengecek ketersediaan alat melalui kalender. Kedua, apabila alat tersedia, mahasiswa dapat mengisi formulir pengajuan peminjaman secara online. Ketiga, mahasiswa menunggu proses verifikasi dan persetujuan dari pengelola. Dengan alur tersebut, proses peminjaman menjadi lebih tertib, terdokumentasi, dan mudah dipantau.
Inovasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital di ISI Yogyakarta tidak hanya hadir dalam ruang pembelajaran, publikasi karya, atau promosi kelembagaan, tetapi juga menyentuh layanan-layanan teknis yang berhubungan langsung dengan kebutuhan mahasiswa. Digitalisasi layanan peminjaman alat membantu membangun budaya administrasi yang lebih akuntabel. Mahasiswa memperoleh akses informasi awal secara mandiri, sementara pengelola memiliki data pengajuan yang lebih rapi dan terpusat.
Selain mempermudah layanan, sistem ini juga mencerminkan kontribusi aparatur dalam menghadirkan solusi nyata di lingkungan kerja. Melalui aktualisasi tersebut, pengembangan sistem informasi tidak hanya menjadi tugas administratif, tetapi juga bagian dari peningkatan mutu layanan publik di perguruan tinggi. Inovasi sederhana namun strategis ini memperlihatkan bagaimana peran Pranata Laboratorium Pendidikan dapat diperluas dalam mendukung tata kelola fasilitas, layanan mahasiswa, dan efektivitas kerja unit.
Kehadiran sistem ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih disiplin dalam merencanakan kegiatan. Sebelum mengajukan peminjaman, mahasiswa perlu memastikan jadwal, jenis alat yang dibutuhkan, dan kesiapan kegiatan. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya mempermudah proses administratif, tetapi juga membentuk pola kerja yang lebih profesional di kalangan mahasiswa seni.
Bagi Fakultas Seni Pertunjukan, penguatan layanan berbasis digital merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem akademik yang responsif terhadap dinamika kegiatan mahasiswa. Seni pertunjukan membutuhkan ruang praktik, kolaborasi, dan dukungan fasilitas yang memadai. Melalui layanan yang lebih tertata, mahasiswa dapat lebih fokus pada proses kreatif, eksplorasi artistik, dan pengembangan karya.
Sistem Peminjaman Alat Online ini dapat diakses oleh mahasiswa melalui tautan yang telah disediakan oleh Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Selain akses sistem, panduan penggunaan juga disiapkan agar mahasiswa dapat memahami tahapan peminjaman dengan lebih mudah.
Dengan hadirnya layanan ini, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola kampus yang modern, efisien, dan berpihak pada kebutuhan mahasiswa. Langkah ini menjadi bagian dari semangat ISI Yogyakarta dalam membangun lingkungan pendidikan seni yang adaptif, produktif, dan berdampak.

SIKARSA: Sistem Informasi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Fakultas Seni Pertunjukan.





