Yogyakarta, 6 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi membuka Program Studi Desain Program Magister sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan tinggi di bidang seni dan desain. Pembukaan program studi ini telah memperoleh izin melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 176/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Desain Program Magister pada ISI Yogyakarta di Kabupaten Bantul, yang ditetapkan pada 5 Maret 2026. Keputusan tersebut menegaskan bahwa program studi ini telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi dan layak diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Program Magister Desain menandai babak baru dalam pengembangan keilmuan desain di lingkungan ISI Yogyakarta. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan lanjut yang bertumpu pada riset, inovasi, dan penguatan praktik desain yang relevan dengan perkembangan global, dengan tetap berpijak pada akar lokal serta nilai budaya Indonesia.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Muhamad Shohahuddin, S.Sn., M.T., menyampaikan bahwa pembukaan program ini merupakan hasil dari proses pengembangan akademik jangka panjang yang berorientasi ke masa depan. Menurutnya, Program Magister Desain bukan sekadar penambahan jenjang pendidikan, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pengembangan keilmuan desain yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya integrasi lintas bidang desain untuk menjawab tantangan desain kontemporer secara lebih kontekstual dan berdampak.
Sebagai tindak lanjut awal, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan Program Magister Desain pada Rabu, 1 April 2026 pukul 10.00 WIB di Gedung Ajiyasa Lantai 1 FSRD ISI Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri dosen dari sejumlah program studi, yakni Desain Media, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, dan Desain Interior. Keterlibatan lintas program studi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan program dirancang secara kolaboratif sejak tahap awal implementasi.


Koordinator Program Studi Magister Desain yang ditunjuk, Dr. Rahmawan Dwi Prasetya, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa tahap awal pelaksanaan difokuskan pada penyamaan visi akademik dan kesiapan implementasi kurikulum. Sosialisasi ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan arah pengembangan program, mulai dari struktur kurikulum, pendekatan pembelajaran, hingga skema riset yang akan dibangun. Program ini juga dirancang agar tidak hanya kokoh secara konseptual, tetapi sekaligus relevan dengan praktik profesional dan dinamika industri kreatif.
Forum sosialisasi tersebut berlangsung sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan beragam perspektif keilmuan desain. Diskusi yang berkembang mencerminkan antusiasme dan komitmen bersama dalam membangun program magister yang berkualitas, inklusif, dan transdisipliner. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem akademik desain di ISI Yogyakarta.
Sejalan dengan ketentuan dalam keputusan menteri, penyelenggaraan Program Studi Magister Desain berada di bawah tanggung jawab pimpinan institusi dan harus dilaksanakan sesuai standar nasional pendidikan tinggi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam menjaga mutu akademik dan memastikan keberlanjutan program melalui evaluasi yang berkesinambungan.
Dengan dibukanya Program Studi Magister Desain, ISI Yogyakarta semakin menegaskan perannya sebagai pusat unggulan pendidikan seni dan desain. Program ini diharapkan melahirkan lulusan, riset, dan inovasi yang unggul secara akademik sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, kebudayaan, dan industri kreatif.






