Yogyakarta, 15 April 2026 — Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada level internasional. Dalam ajang AI Ready ASEAN Youth Challenge yang diselenggarakan oleh AI Singapore, tim mahasiswa ISI Yogyakarta berhasil menembus Top 10 Indonesia melalui inovasi Evacuation Mesh (EvacMesh), sebuah sistem komunikasi dan navigasi evakuasi darurat berbasis artificial intelligence dan Bluetooth mesh offline.
Pencapaian ini menegaskan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya unggul sebagai perguruan tinggi seni, tetapi juga mampu melahirkan talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan relevan terhadap tantangan kemanusiaan masa kini. Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa ISI Yogyakarta menunjukkan bahwa seni, desain, dan teknologi dapat bertemu dalam satu gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk menghadirkan solusi AI yang mampu menjawab persoalan riil di lingkungan sosial. Menjawab tantangan itu, tim ISI Yogyakarta mengembangkan EvacMesh, sebuah aplikasi offline yang dirancang untuk mendukung proses evakuasi saat bencana, khususnya ketika jaringan internet atau infrastruktur komunikasi konvensional tidak dapat diandalkan.
Melalui sistem ini, pengguna dapat tetap terhubung satu sama lain, berbagi informasi kondisi lapangan, dan memperoleh rekomendasi rute aman secara real-time tanpa koneksi internet. Inovasi tersebut menawarkan pendekatan praktis dan visioner dalam mendukung keselamatan masyarakat pada situasi darurat, termasuk pada konteks kebencanaan seperti erupsi gunung berapi.
Prestasi tersebut diraih oleh tiga mahasiswa ISI Yogyakarta, yaitu Gregorius Guntur Jembar Wicaksono dari Program Studi Desain Produk angkatan 2023, Nuraini Yusmaida dari Program Studi Desain Interior angkatan 2024, dan Carlos Septiawan dari Program Studi Desain Komunikasi Visual angkatan 2025. Kolaborasi mereka menjadi contoh konkret kekuatan ekosistem akademik ISI Yogyakarta yang mendorong perjumpaan antarbidang ilmu untuk melahirkan inovasi yang solutif dan berdaya saing.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terus bergerak maju, responsif terhadap perkembangan global, dan konsisten membangun kultur akademik yang mendorong keberanian bereksperimen. Di tengah percepatan transformasi teknologi, mahasiswa ISI Yogyakarta membuktikan bahwa latar seni dan desain justru dapat menjadi fondasi penting dalam merancang solusi yang humanis, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Capaian ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang terus diusung ISI Yogyakarta, yakni menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, riset, penciptaan, dan inovasi yang memberi manfaat luas. Prestasi mahasiswa dalam ajang ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi seni memiliki posisi strategis dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif, kreatif, dan tangguh.
Saat ini, tim EvacMesh masih berpeluang melangkah lebih jauh untuk meraih posisi terbaik. Dukungan masyarakat dapat diberikan melalui mekanisme voting dengan mengirim pesan langsung ke akun Instagram @carlossept. Video inovasi EvacMesh juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube https://youtu.be/kTjzGGh3s9w?si=gK3bXleCXxOJ74g3
ISI Yogyakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi tersebut. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, memperluas kolaborasi, dan menegaskan peran seni serta desain Indonesia dalam menjawab persoalan global secara inovatif dan berdampak.
Selamat kepada tim mahasiswa ISI Yogyakarta atas capaian membanggakan ini. Prestasi tersebut menjadi penanda bahwa dari kampus seni, lahir gagasan-gagasan besar yang mampu berbicara di tingkat global dan memberi arti bagi masa depan masyarakat.






