Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Delapan Program Studi ISI Yogyakarta Raih Akreditasi Internasional FIBAA, Perkuat Posisi di Panggung Global

Delapan Program Studi ISI Yogyakarta Raih Akreditasi Internasional FIBAA, Perkuat Posisi di Panggung Global

YOGYAKARTA, 14 April 2026 — Institut Seni Indonesia Yogyakarta menorehkan capaian strategis di tingkat internasional setelah delapan program studi dari dua fakultas resmi meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi berorientasi internasional yang berbasis di Bonn, Jerman. Enam program studi dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) yang meraih akreditasi tersebut ialah Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Murni, Kriya, dan Tata Kelola Seni. Sementara itu, dua program studi dari Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) yang turut memperoleh pengakuan serupa ialah Fotografi serta Film dan Televisi.

Capaian ini menjadi penanda penting bahwa mutu pendidikan seni, desain, dan media rekam yang dikembangkan ISI Yogyakarta tidak hanya relevan pada tingkat nasional, tetapi juga telah memenuhi standar penilaian yang diakui secara internasional. Di tengah kompetisi global pendidikan tinggi yang semakin ketat, keberhasilan ini mempertegas posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang mampu menghadirkan kualitas akademik, tata kelola, dan orientasi pembelajaran yang sebanding dengan praktik terbaik di tingkat dunia. Secara kelembagaan, keputusan akreditasi FIBAA ditetapkan melalui FIBAA Accreditation and Certification Committee pada 27 Maret 2026.

Nilai strategis dari capaian ini makin kuat jika melihat posisi FIBAA sendiri dalam lanskap penjaminan mutu pendidikan tinggi internasional. Pada laman resminya, FIBAA menegaskan bahwa lembaga ini merupakan agensi penjaminan mutu pendidikan tinggi Eropa yang berorientasi internasional, dengan kerja yang berlandaskan European Standards and Guidelines for Quality Assurance in Higher Education. Dalam akreditasi program, FIBAA menilai lima area utama, yakni tujuan dan posisi program studi, proses penerimaan mahasiswa, isi dan struktur kurikulum, lingkungan akademik, serta sistem penjaminan mutu dan pengembangan berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada internasionalitas dan employability lulusan.

Bagi ISI Yogyakarta, pengakuan ini membawa makna yang jauh lebih luas daripada sekadar capaian administratif. Akreditasi internasional FIBAA memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi seni di ISI Yogyakarta berkembang dengan fondasi mutu yang terukur, transparan, dan mampu diperbandingkan secara global. Dengan demikian, ISI Yogyakarta tidak hanya tampil sebagai pusat penciptaan artistik dan pengembangan budaya, tetapi juga sebagai institusi akademik yang siap bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi internasional. Prestasi ini sekaligus memperkuat pesan bahwa ISI Yogyakarta terus bergerak sebagai kampus seni berdaya saing global yang menempatkan kualitas akademik, relevansi kurikulum, dan kesiapan lulusan sebagai prioritas utama. Dalam konteks pengembangan reputasi institusi, raihan FIBAA membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan jejaring internasional, peningkatan kepercayaan publik, serta penguatan posisi tawar ISI Yogyakarta sebagai salah satu rujukan utama pendidikan tinggi seni di Indonesia pada level dunia.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID