Yogyakarta, 23 Juni 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Fakultas Seni Media Rekam menghadirkan program penayangan film pendek bertajuk Layar Tancap “Sewonderland” sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta. Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Halaman Rektorat Lama ISI Yogyakarta, dan terbuka untuk umum secara gratis.
Mengusung semangat kebersamaan, apresiasi seni, dan perluasan akses publik terhadap karya film, Layar Tancap “Sewonderland” menjadi ruang perjumpaan antara kampus, seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Program ini menghadirkan sejumlah film pendek karya akademisi dan seniman di lingkungan ISI Yogyakarta yang merepresentasikan kekuatan penciptaan, riset, eksplorasi visual, serta kepekaan sosial dalam medium film.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berfokus pada proses pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif menghadirkan karya seni ke ruang publik. Melalui format layar tancap, ISI Yogyakarta menghidupkan kembali tradisi menonton bersama sebagai pengalaman kultural yang dekat dengan masyarakat, sekaligus membangun ekosistem apresiasi film yang inklusif, hangat, dan partisipatif.
Dalam penayangan kali ini, sejumlah karya film pendek akan diputar, antara lain “Kediaman” karya Riza Pahlevi, “Pesona Banyuwangi” karya Pandan Pareanom, I Wayan Nain Febri, Zahrina Zatadhini, dan Heri Nugroho, serta “Kehidupan di Atas Kehidupan” karya Zainadin Zakaria. Selain itu, turut ditayangkan “Bunga-bunga di Jalan Ikan” karya Cinta Setia, “Ayam Kuclok: Kebanggaan Peternak Ayam Kampung di Indonesia” karya M. Arifian Rohman, “DJUM” karya Brilian Maulana, dan “Unspoken Tales” karya Dzaki Muhammad Naufal bersama M. Insani Ilham Alfarin.
Rangkaian film tersebut memperlihatkan keragaman pendekatan dalam penciptaan film pendek, mulai dari eksplorasi tema sosial, kebudayaan, kehidupan sehari-hari, identitas lokal, hingga narasi kemanusiaan. Keberagaman ini menjadi cerminan kekuatan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta dalam mengembangkan pendidikan seni berbasis kreativitas, kepekaan, dan kemampuan membaca perubahan zaman.
Layar Tancap “Sewonderland” juga menjadi bagian dari semangat besar Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta dengan tema “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence.” Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menunjukkan bahwa seni tetap memiliki peran penting dalam membangun kedekatan manusia, memperluas imajinasi, serta menghadirkan ruang refleksi bersama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Selain sebagai agenda apresiasi film, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi ISI Yogyakarta dalam memperluas literasi visual dan budaya sinema kepada masyarakat. Dengan menghadirkan film pendek secara terbuka dan bebas biaya, kampus membuka ruang bagi publik untuk menikmati, memahami, dan mengapresiasi proses kreatif yang lahir dari lingkungan akademik seni.
Penyelenggaraan Layar Tancap “Sewonderland” turut didukung oleh semangat kolaborasi dalam ekosistem seni dan pendidikan, antara lain melalui keterlibatan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Asia Pacific Art Forum, Project Eleven, serta dukungan gerakan Diktisaintek Berdampak. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam membangun jejaring kreatif yang mampu mendorong lahirnya karya-karya seni yang relevan, komunikatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan, penciptaan, dan pengembangan seni yang berakar pada kekuatan budaya sekaligus terbuka terhadap perkembangan global. Layar Tancap “Sewonderland” diharapkan menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan karya, gagasan, dan publik dalam suasana yang akrab, edukatif, dan inspiratif.
Masyarakat umum, sivitas akademika, mahasiswa, pelajar, komunitas film, serta pecinta seni dapat hadir langsung dan menyaksikan penayangan film pendek ini secara gratis. Panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi pengunjung yang hadir.





