Yogyakarta, 29 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan resmi delegasi Guangxi Arts University, Tiongkok, dalam agenda pertemuan dan penandatanganan kerja sama pada Jumat, 29 Mei 2026, di Ruang Rapat 1 Rektorat ISI Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi langkah strategis ISI Yogyakarta dalam memperkuat jejaring internasional, khususnya pada pengembangan kerja sama pendidikan seni, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran akademik dan kebudayaan lintas negara.
Delegasi Guangxi Arts University dipimpin oleh Xie Renmin, Ph.D., Profesor, Wakil Presiden Guangxi Arts University yang membidangi perencanaan pengembangan, urusan internasional, pendidikan dan pengajaran, penerimaan mahasiswa, serta pengembangan rumpun disiplin seni. Turut hadir dalam delegasi tersebut Zhong Jie, Profesor Madya sekaligus Kepala Program Internasional pada Pusat Pendidikan dan Pertukaran Internasional, serta Li Tiansheng, Ph.D., Dosen, Koordinator Internasional untuk Presiden Universitas, dan dosen penuh waktu pada Institut Pendidikan Seni China–ASEAN.

Dari ISI Yogyakarta, pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, para dekan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), dan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), Wakil Dekan III FSRD, serta dosen Program Studi Musik, Dr. Asep Hidayat, M.Ed.
Pertemuan ISI Yogyakarta dan Guangxi Arts University dilaksanakan dalam rangka penandatanganan kerja sama bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan program kolaboratif, mulai dari pembelajaran bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset seni, penciptaan karya, hingga kegiatan kebudayaan internasional.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran delegasi Guangxi Arts University. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan akademik dan artistik antara kedua perguruan tinggi seni.
“Kami menyambut hangat kedatangan delegasi Guangxi Arts University di ISI Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi kesempatan penting untuk membangun kolaborasi dalam pembelajaran, sekaligus membuka peluang kerja sama lain yang lebih luas dalam bidang seni. ISI Yogyakarta selalu terbuka untuk kolaborasi yang dapat memperkuat pendidikan, penciptaan, riset, dan pertukaran budaya,” ujar Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn.


Sementara itu, Xie Renmin, selaku Wakil Presiden Guangxi Arts University sekaligus ketua delegasi, menyambut baik kerja sama dengan ISI Yogyakarta. Menurutnya, kemitraan ini memiliki arti penting dalam memperluas hubungan antarperguruan tinggi seni, terutama pada bidang urusan kemahasiswaan internasional dan pengembangan pembelajaran.
“Kami menyambut hangat kerja sama dengan ISI Yogyakarta, khususnya dalam penguatan urusan kemahasiswaan internasional dan pengembangan pembelajaran. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka ruang pertukaran akademik, memperluas pengalaman belajar mahasiswa, serta mendorong kolaborasi seni dan budaya yang saling memperkaya antara Guangxi Arts University dan ISI Yogyakarta,” ungkap Xie Renmin.
Guangxi Arts University merupakan perguruan tinggi seni yang berlokasi di Nanning, ibu kota Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok. Berdiri sejak 1938, Guangxi Arts University dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang memiliki kekhasan lokal sekaligus orientasi internasional. Kampus ini menaungi berbagai bidang seni, antara lain musik, tari, film, televisi dan media, seni rupa, desain, seni lukis Tiongkok, humaniora, seni arsitektur, seni patung, pendidikan seni, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan internasional.
Dalam pengembangan internasionalnya, Guangxi Arts University juga aktif membangun hubungan kerja sama dan pertukaran budaya dengan berbagai institusi dari sejumlah negara dan kawasan. Kampus ini tercatat memiliki peran penting dalam jejaring seni China–ASEAN, termasuk sebagai salah satu penggagas Aliansi Perguruan Tinggi Seni ASEAN–China. Posisi tersebut memperkuat relevansi kerja sama Guangxi Arts University dengan ISI Yogyakarta, terutama dalam memperluas ruang dialog seni, pendidikan, riset, dan kebudayaan antara Indonesia, Tiongkok, dan kawasan Asia.

Kehadiran Guangxi Arts University dinilai memiliki relevansi kuat dengan arah pengembangan ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terus memperluas jejaring global. Latar belakang akademik delegasi Guangxi Arts University yang mencakup warisan budaya takbenda, industri budaya, sastra modern, kajian budaya, industri kreatif, manajemen seni, dan internasionalisasi pendidikan tinggi membuka ruang kolaborasi yang strategis dengan bidang keilmuan dan praktik seni yang dikembangkan di ISI Yogyakarta.
Setelah agenda pertemuan dan penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan kampus ke tiga fakultas di lingkungan ISI Yogyakarta. Delegasi Guangxi Arts University mengunjungi sejumlah studio, ruang praktik, serta galeri di FSRD, FSP, dan FSMR untuk melihat secara langsung ekosistem pembelajaran seni, fasilitas akademik, serta proses penciptaan karya yang berlangsung di ISI Yogyakarta.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pengenalan potensi akademik dan artistik ISI Yogyakarta kepada mitra internasional. Melalui kunjungan ke fakultas-fakultas, delegasi Guangxi Arts University memperoleh gambaran mengenai kekuatan ISI Yogyakarta dalam bidang seni rupa dan desain, seni pertunjukan, serta seni media rekam.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan internasional yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak. Kolaborasi dengan Guangxi Arts University diharapkan dapat memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni berdaya saing global, sekaligus menjadi jembatan dialog seni, pendidikan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.





