YOGYAKARTA, 24 April 2026 — Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta menghadirkan “Layar Nada — Festival Film Dokumenter Musik” pada 11–13 Mei 2026 di Mini Concert Etnomusikologi FSP ISI Yogyakarta. Festival ini menampilkan 12 film dokumenter musik karya mahasiswa Etnomusikologi dan terbuka untuk umum secara gratis.
Mengusung gagasan “di mana gambar menemukan suaranya dan suara menemukan gambarnya,” Layar Nada menjadi ruang pertemuan antara musik, film, riset lapangan, dan cerita budaya. Melalui festival ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya audio-visual, tetapi juga memperlihatkan proses akademik yang panjang, mulai dari pengamatan lapangan, riset, perekaman, penyusunan narasi, hingga pengolahan visual dan bunyi menjadi karya dokumenter.
Kehadiran Layar Nada memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terus mendorong mahasiswa untuk berkarya secara kreatif, kritis, dan berbasis penelitian. Film-film yang ditampilkan merupakan hasil pembacaan mahasiswa terhadap berbagai fenomena musikal, praktik budaya, komunitas, serta relasi antara bunyi dan kehidupan sosial masyarakat.
Festival ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran seni di ISI Yogyakarta tidak berhenti pada ruang kelas. Mahasiswa diajak turun langsung ke lapangan, bertemu dengan pelaku budaya, merekam realitas, membaca konteks, dan mengolahnya menjadi karya yang komunikatif bagi publik. Dengan demikian, Layar Nada menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tinggi seni dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai artistik, akademik, dan sosial.
Selama tiga hari penyelenggaraan, publik dapat menyaksikan 12 film dokumenter musik dalam satu panggung pemutaran. Program ini menjadi ruang apresiasi bagi karya mahasiswa sekaligus membuka dialog yang lebih luas tentang musik sebagai bagian dari ingatan, identitas, tradisi, perubahan sosial, dan kehidupan sehari-hari.
Melalui Layar Nada, Program Studi Etnomusikologi ISI Yogyakarta menegaskan perannya dalam mengembangkan kajian dan praktik musik yang tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga pada dokumentasi, riset, arsip budaya, dan produksi pengetahuan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang berdampak, adaptif terhadap perkembangan media, serta aktif menghadirkan karya yang relevan bagi masyarakat.





