Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Tujuh Mahasiswa Doktoral ISI Yogyakarta Ikuti Konferensi Riset Artistik Internasional di Jerman, Perkuat Jejaring Akademik Global

Tujuh Mahasiswa Doktoral ISI Yogyakarta Ikuti Konferensi Riset Artistik Internasional di Jerman, Perkuat Jejaring Akademik Global

BREMEN, JERMAN, 10 Juni 2026 — Tujuh mahasiswa Program Doktor Seni Program Pascasarjana ISI Yogyakarta mengikuti Ph.D. Colloquium & Artistic Research Conference di Hochschule für Künste (HfK) Bremen, Jerman, sebagai bagian dari program internasional Creating Cultural Dialogues: Teaching Art and Design in Transcultural Contexts. Kegiatan ini menjadi langkah strategis ISI Yogyakarta dalam memperluas jejaring riset artistik internasional sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi seni Indonesia dalam percakapan akademik global.

Ketujuh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Mufi Mubaroh, Elaine Steffanny Tumilar, Suvi Wahyudianto, Anindya Puspita, Riri Irma Survani, Jefri Soli Kabnani, dan Aji Susanto Anom Purnomo. Mereka didampingi dosen Program Doktor Seni ISI Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan akademik yang mempertemukan peneliti, seniman, dosen, dan mahasiswa doktoral dari berbagai negara.

Partisipasi dalam forum internasional tersebut memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, mendiskusikan metodologi riset artistik, serta membangun kolaborasi lintas budaya yang relevan dengan perkembangan pendidikan seni dan desain kontemporer.

Salah satu agenda yang diikuti pada 8 Juni 2026 adalah Critical Mapping Workshop bersama Malte dan Lucas dari Studio Mess yang berlangsung di Guterbahnhof, Bremen. Workshop ini mengajak peserta mengeksplorasi berbagai pendekatan pemetaan temuan riset melalui beragam medium kreatif, mulai dari sketsa, ilustrasi, puisi, rekaman suara (soundscape), teks, data numerik, video, fotografi, hingga arsip memori dan referensi digital.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana pengalaman, pengetahuan, dan temuan penelitian dapat diterjemahkan menjadi bentuk-bentuk artistik yang mampu membuka ruang dialog baru antarbudaya. Aktivitas ini sejalan dengan perkembangan artistic research yang semakin mendapat perhatian di berbagai institusi pendidikan seni dunia sebagai metode produksi pengetahuan berbasis praktik seni.

Direktur Program Pascasarjana ISI Yogyakarta, Dr. Fortunata Tyasrinestu, S.S., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa doktoral dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas akademik dan riset yang berorientasi global.

“Keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi dan kolokium internasional menjadi ruang penting untuk memperluas perspektif, membangun jejaring kolaborasi, serta memperkenalkan praktik dan pemikiran seni dari Indonesia kepada komunitas akademik internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa penguatan jejaring internasional merupakan salah satu komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi seni sekaligus memperluas kontribusi ISI Yogyakarta di tingkat global.

“Partisipasi aktif mahasiswa dan dosen dalam forum internasional menunjukkan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya menjadi pusat pendidikan seni nasional, tetapi juga hadir sebagai bagian dari ekosistem akademik dan riset seni dunia. Melalui dialog lintas budaya dan kolaborasi internasional, kami terus mendorong lahirnya inovasi, pengetahuan, serta praktik seni yang relevan dengan tantangan global,” katanya.

Keikutsertaan mahasiswa Program Doktor Seni dalam kegiatan di HfK Bremen juga memperkuat hubungan akademik yang telah terjalin antara ISI Yogyakarta dan Hochschule für Künste Bremen melalui berbagai program kolaborasi internasional. Hubungan tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan riset, mobilitas akademik, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama pendidikan seni yang berkelanjutan.

Partisipasi dalam Ph.D. Colloquium & Artistic Research Conference menegaskan komitmen ISI Yogyakarta untuk terus menghadirkan pendidikan seni bertaraf internasional yang mampu menjembatani kreativitas, penelitian, dan dialog budaya. Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni terkemuka di Indonesia yang aktif berkontribusi dalam perkembangan riset artistik dan pendidikan seni di tingkat global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID